Kotamobagu

Pemuda Gogagoman Hentikan Proses Pembangunan Pasar Senggol

Jpeg

ProBMR, KOTAMOBAGU–Ratusan pemuda dan masyarakat Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat, menolak dan menghentikan proses pembangunan pasar senggol atau bazar ramadhan oleh Pemerintah Kotamobagu, yang berada di jalan, Ibolian, Bogani dan Bumbungon Kelurahan Gogagoman. Sabtu (25/6).

Penolakan tersebut, terkait tidak dilibatkannya peran pemuda dalam pengelolaan pasar senggol tahun ini. “ini sangat memiriskan, sebab hampir 30 tahun kegiatan pasar senggol ini selalu dikelolah oleh pemuda Gogagoman, namun pemerintah masih ngotot mengambil alih pasar senggol, ini seperti pelecehan terhadap pemuda dan masyarakat Gogagoman” Kata Sofian Bede, selaku warga Gogagoman.

Mereka menilai, pemerintah Kotamobagu tidak memperdulikan peran pemuda yang sudah sekian lama mengelolah pasar dadakan tersebut.

“Memang tidak ada aturan pasar senggol menjadi kewajiban untuk dikelolah pihak pemerintah ataupun pemuda. Kita seharusnya mencontohi daerah lain seperti Boltim, dimana setiap kegiatan seperti ini pemerintah serahkan kepada pemuda untuk dikelolah” ujarnya.

Dengan dikelolahnya pasar senggol oleh pemuda kata Sofian,  otomatis dapat membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat. “persoalannya kalau kegiatan pasar senggol dikelolah oleh pemuda, maka otomatis pemuda akan merekrut tenaga kerja  yang  berkisar ratusan  orang untuk dijadikan pemswakarsa dan mereka digaji atau diberikan honor oleh panitia” ujarnya.

Mereka kemudian meminta agar pemerintah Kotamobagu dapat mempertimbangkan permintaan pemuda Gogagoman untuk dilibatkan dalam pengelolaan pasar senggol. “kami tetap akan menolak sebelum, sebelum Walikota Kotamobagu, Tatong Bara mengunjungi masyarakat dan pemuda secara langsung dan membahas ini” Pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Penanaman Modal (Disperindagkop PM), Herman Aray mengatakan, pihaknya akan melaporkan persoalan tersebut ke Walikota Kotamobagu. “Tuntutan mereka bahwa jalan Bumbungon dan Bogani, pemuda yang kelolah, tapi sesuai SK pemerintah yang kelolah, namun kami akan sampaikan dulu ke Walikota apa yang menjadi tuntutan mereka” ujar Aray.

Meski sempat memanas, akasi unjuk rasa yang berlangsung selama satu jam tersebut, berjalan dengan aman dan mendapat pengawalan dari pihak Kepolisian Polres Bolmong dan Satpol PP Kotamobagu. (Rez)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: