Pemkab Bolmong Gelar Istighosah 1447 H, Tekankan Moderasi Beragama

BOLMONG — Ratusan jemaah dari berbagai elemen masyarakat dan jajaran pemerintah daerah larut dalam doa bersama dalam pelaksanaan Istighosah 1447 Hijriah/2026 Masehi di Masjid Al Muchlisin di kawasan perkantoran Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong), Lolak, Jumat (10/04/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar agenda keagamaan rutin. Lebih dari itu, istighosah menjadi ruang kebersamaan untuk merajut kembali silaturahmi serta memperkuat nilai-nilai moderasi beragama yang dinilai penting dalam menjaga stabilitas dan kemajuan daerah.

Mengusung tema “Merajut Silaturahmi dalam Istighosah, Menguatkan Moderasi Beragama untuk Bolmong Juara,” kegiatan tersebut menghadirkan ulama nasional, Muhammad Zainul Majdi. Dalam kesempatan itu, ia tidak hanya menyampaikan tausiyah, tetapi juga memimpin langsung doa bersama yang diikuti dengan penuh kekhusyukan.
Mewakili Bupati Bolmong, Sekretaris Daerah Abdullah Mokogintamenegaskan bahwa nilai spiritual harus menjadi fondasi dalam menjalankan tugas pemerintahan. Menurutnya, istighosah menjadi momentum untuk menyelaraskan ikhtiar lahir dan batin.
Ia menilai, aparatur pemerintah memiliki tanggung jawab lebih sebagai teladan, terutama dalam menjaga persatuan serta merawat kerukunan di tengah masyarakat yang beragam.

Dalam tausiyahnya, Muhammad Zainul Majdi mengingatkan bahwa keberhasilan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata. Ada kekuatan lain yang tak kalah penting, yakni spiritualitas dan persatuan masyarakat.
Menurutnya, istighosah mengajarkan nilai kerendahan hati di hadapan Tuhan, sekaligus menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial. Ia juga menekankan bahwa moderasi beragama merupakan kunci dalam menjaga keseimbangan dan harmoni di tengah perbedaan.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai moral dan keagamaan. Dengan demikian, setiap kebijakan yang lahir diharapkan benar-benar berpihak pada kepentingan dan kemaslahatan masyarakat luas. (sal)




