Bolmong

Puspa: Dumoga Utara adalah Surga Pluralisme di Sulut

Ni Wayan Puspa Sriningsih (foto:Faisal Amu/ProBMR)

Momentum hari-hari besar keagamaan di Kecamatan Dumoga Utara juga dijadikan sebagai ajang silaturahmi. Apalagi, wilayah ini memang dikenal dengan surganya pluralisme, saling menjaga toleransi antar pemeluk agama dan suku. Seperti Hari Raya Galungan, warga non Hindu pun bahu membahu menjaga kelancaran seluruh rangkaian persembahyangan, mulai dari pura dalem dan pura puseh. “Iya, memang kalo kebersamaan kami dalam hal toleransi antar umat beragama sudah terjalin dari dahulu kala,” kata Ni Wayan Puspa Sriningsih. Gadis yang tercatat sebagai karyawan PT Indomarco Prismatama ini juga bangga menjadi bagian dari etnis majemuk Dumoga. ‘’Kalo menurut saya, semua lintas etnis yang ada di Dumoga Raya ini sebenarnya adalah Suku Dumoga. Sudah tak terpisahkan, dan saya bangga ada di dalamnya,’’ kata gadis yang hobi traveling dan foto ini. ‘’Rasa toleransi dan sikap saling menyayangi antar pemeluk agama di Dumoga bersatu ini akan terus terbina,’’ imbuh putri sulung dari I Wayan Sumerjaya.

Gadis kelahiran Mopugad Utara 21 tahun silam ini juga menambahkan, karakteristik yang unik, damai, dan pluralis di Dumoga Utara ini, menjadikan wilayah sadar kerukunan antar umat beragama di Bolmong tahun 2017 lalu. Pencanangannya melalui kajian waktu yang panjang. Bahkan, Kecamatan Dumoga Utara merupakan embrio Kabupaten Bolmong untuk menargetkan Harmony Award. “Ini merupakan potret miniatur wilayah kerukunan di Bolmong. Semoga akan menjadi pilot project kerukunan sebagai salah satu tolak ukur heterogen antar umat beragama,” kata Puspa, sapaan akrabnya. (Faisal)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: