Bolmong

Pemkab dan Pertamina Tangani Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Bolmong

BOLMONG – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi kelangkaan gas elpiji 3 kg, dengan menggandeng langsung PT Pertamina. Kepala Dinas Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Tony Toligaga SPt MP mengundang Sales Branch Manager PT Pertamina wilayah III SulutGo, Abisatya Y Pradita di kantor Dinas Pedagangan dan ESDM, Rabu (22/7). Dalam rapat kordinasi tersebut terungkap kuota elpiji 3 kg untuk Bolmong cukup tersedia. Namun, jika pada situasi tertentu kebutuhan masyarakat meningkat, maka PT Pertamina siap membantu memenuhi kuota kebutuhan dimaksud berdasarkan permintaan Pemkab Bolmong. ”Pemkab dan PT Pertamina akan memberikan sanksi tegas kepada para agen, jika terbukti melakukan praktek distribusi tidak sesuai aturan yang berlaku. Antara lain mendistribusikan di luar wilayah kerjanya, yang memicu beredarnya elpiji 3 kg di kios-kios dan warung, kemudian dijual jauh lebih tinggi di atas HET Rp 18 ribu per tabung,” kata Tony.

Pada pertemuan itu juga terkuak soal alokasi kuota elpiji 3 kg di Bolmong relatif lebih rendah dibanding kebutuhan, maka PT Pertamina akan turut membantu Pemkab Bolmong untuk memperjuangkan usulan penambahan alokasi kuota elpiji 3 kg di Bolmong. ”Pihak PT Pertamina akan bersama-sama dengan Pemkab Bolmong dalam memenuhi kebutuhan elpiji 3 kg (bersubsidi) di masyarakat yang berhak menerima,” kata Tony. Ia juga menguraikan, bahwa kategori masyarakat yang berhak menerima itu yakni masyarakat miskin, rentan miskin/kurang mampu, dan pelaku usaha mikro/nilai aset kurang dari Rp 50 juta. ”PT Pertamina juga meminta kami bekerjasama dalam pengawasan distribusi elpiji 3 kg di wilayah Bolmong,” pungkasnya. Diketahui, pekan lalu Dinas Perdagangan dan ESDM mengundang rapat tiga agen resmi penyalur elpiji 3 kg yang melayani pangkalan elpiji di wilayah Bolmong. Ketiga agen tersebut yakni PT Fralin Prima, PT Nita Karya Gas dan PT Berkat Maria Mandiri. Rapat tersebut terkait evaluasi distribusi dan pengawasan penyaluran gas elpiji 3 kg, dengan menelusuri permasalahan sering terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kg bersubsidi di masyarakat yang berhak menerima, dan menelusuri hasil temuan terkait sumber beredarnya tabung-tabung gas 3 kg di kios-kios dan warung, yang dijual dengan harga di atas HET. (sal)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: