Kotamobagu

Dua WNA Asal China, Ditangkap Pihak Imigrasi Kotamobagu

Tampak Dua WNA China saat dilakukan pemeriksaan
Tampak Dua WNA China saat dilakukan pemeriksaan di Kantor Imigrasi Kotamobagu

ProBMR, KOTAMOBAGU–Dua warga Negara Asing (WNA) asal Provinsi Fujian, China, Zheng Shufu (43) dan Ke Qingzhong (40), ditangkap pihak Imigrasi Kelas III Kotamobagu. Kedua WNA tersebut ditangkap di pasar serasi Kelurahan Gogagoman, Kotamobagu Barat, Selasa (12/7) kemarin sekitar pukul 10.00 wita.

Menurut Kasub informasi sarana komunikasi dan penindakan keimigrasian Melgi Pahibe, penangkapan tersebut dilakukan oleh tim intelegen pihak imigrasi yang sudah memantau gerak-gerik WNA tersebut sejak pekan lalu.

“anggota intelegen kita melaporkan kegiatan berjualan dua warga negara China di pasar serasi Kotamobagu, kita langsung melakukan penangkapan dan mengarahkan ke kantor imigrasi kotamobagu” ujar Melgi, saat melakukan pemeriksaan awal terhadap dua WNA di kantor Imigrasi Kotamobagu, Rabu (13/7) pagi tadi.

Melgi menjelaskan, penagkapan tersebut dilakukan saat kedua WNA tersebut sedang melakukan transaksi jula beli di kawasan pasar serasi Kotamobagu.

“saat sibuk berjualan, kami langsung melakukan penangkapan. Dan dari hasil pemeriksaan kemarin, keduanya tidak memiliki paspor asli namun hanya copyannya saja, sementara paspor aslinya menurut mereka, ditinggalkan pada salah seorang teman yang ada di minahasa” tutur Melgi.

Dalam penangkapan dua WNA tersebut, petugas imigrasi berhasil mengamankan ratusan barang dagangan jenis perhiasan untuk dijadikan barang bukti (Babuk).

“babuk seperti aksesoris, yang sesuai pemeriksaan, sebagian berasal dari china dan sebagaian lainnya berasal dari Indonesia dan dijual di wilayah Kotamobagu” ujarnya.

Lebih lanjut Melgi mengatakan, kedua WNA asal China tersebut akan dikarantina untuk pemeriksaan, sampai pihak imigrasi mengeluarkan sanksi bagi keduanya.

“mereka melanggar pasal 122 huruf A Undang Undang nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian. Namun, kita masih akan berkoordinasi dengan kantor wilayah untuk sanksi yang akan dikenakan bagi keduanya, seperti Deportasi” kata Melgi

Melgi menambahkan, pihaknya terus melakukan pemantauan terkait keberadaan WNA yang ada di wilayah kerjanya. “tidak menutup kemungkinan sejumlah WNA masih berada di Kotamobagu, sehingga pihak intelegen terus melakuan pemantauan sebab ada laporan mereka tinggal di kontrakan di area pasar serasi” pungkasnya.

Diketahui, kedua WNA asal China tersebut, sudah dua kali datang ke Kotamobagu untuk berjualan aksesoris sejak 2015 sampai 2016 menjelang lebaran idul fitri, namun tidak memiliki dokumen lengkap. (Rez)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close