Jelang Pembukaan Piala Eropa, 90.000 Pasukan Disiagakan

Paris – Presiden Prancis Francois Hollande, mengakui ada potensi serangan teror selama penyelenggaraan putaran final Piala Eropa 2016, yang resmi dimulai Jumat (10/6).
“Kita memang sudah siaga, tapi tetap saja kita harus waspada selama penyelenggaraan turnamen. Kita telah mengambil langkah-langkah agar acara ini berjalan sukses,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa negaranya tidak mestinya terintimidasi oleh kemungkinan adanya serangan teror tersebut.
“Jangan sampai kita terpengaruh tetapi sebagai presiden saya harus menyampaikan bahwa ancaman itu ada,” katanya.
Dalam wawancara dengan satu stasiun radio, Presiden Hollande mengatakan 90.000 personel keamanan dikerahkan di 10 kota di Prancis untuk memastikan pertandingan turnamen sepak bola berlangsung aman.
Prancis memberlakukan keadaan siaga tertinggi menyusul serangan di Paris November tahun lalu.
Presiden Hollande mengeluarkan pernyataan ini setelah kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) menyerukan kepada para pengikut untuk “meningkatkan aktivitas” selama bulan Ramadhan.
Pertandingan pembukaan Piala Eropa antara tuan rumah Prancis melawan Romania di Stade de France. Lebih dari 90.000 pasukan disiagakan untuk mengamankan sekitar tujuh juta suporter yang akan mengunjungi 10 kota Prancis.
Amerika Serikat dan Inggris sudah memberi peringatan akan ancaman teror di negara itu.
Tetapi menurut panitia UEFA dan otoritas Prancis, mereka sudah melakukan sesuatu untuk mengamankan jalannya Piala Eropa 2016 ini.
Uji coba pengamanan pertama adalah di Menara Eiffel ketika DJ David menggelar acara menyambut Piala Eropa. Diperkirakan sekitar 90 ribu orang akan hadir di acara tersebut.
sumber:beritasatu.com




