Kotamobagu

Wawali Himbau SKPD Pacu Serapan Anggaran

Djainudin Damopolii
Djainudin Damopolii

ProBMR, Kotamobagu– Serapan anggaran pemerintah Kota Kotamobagu hingga masuk triwulan II belum maksimal. Hal ini berdasarkan  data dari Bagian Ekonomi Pembangunan Setda Kotamobagu,  serapan anggaran berada pada posisi 12,74 persen atau Rp 87,3 Miliar dari total anggaran Rp 685,9 Miliar.

Saat dikonfirmasi Wakil Wali Kota, Drs Jainuddin Damopolii, membenarkan   terkait minimnya serapan anggaran pemerintah Kota Kotamobagu Tahun Anggaran 2016 tersebut. Menurut Jainuddin Damopolii,  minimnya serapan anggaran untuk triwulan II terjadi karena proses perencanaan yang kurang matang.

“Harusnya masuk pada triwulan II angka serapan anggaran harus lebih dari posisi 12, 74 persen.  Juklak dan Juknis menjadi Salah satu kendala pelaksanaan kegiatan di masing-masing SKPD. Salah satu contoh di  Diknas yang saat ini masih menunggu juklak dan juknis untuk pelaksanaan kegiatan, begitu juga dengan PU,” kata Jainuddin, Kamis (13/5).

Dirinya berharap SKPD untuk memacu pelaksanaan kegiatan, sehingga angka serapan anggaran prosentasenya bisa naik.  Tanpa mengabaikan   aturan yang ada. “Jangan sampai di akhir tahun terjadi sisa lebih perhitungan Anggaran (Silpa) yang cukup besar,” ujar Jainuddin.

Diketahui jumlah anggaran untuk Kotamobagu mencapai Rp 685,9 Miliar serapan anggaran Rp 87,3 Miliar atau 12,74 persen. Sebagian besar serapan digunakan untuk pembayaran gaji dan tunjangan tambahan PNS sedangkan untuk belanja barang dan jasa baru 7,64 persen atau Rp 28,4 Miliar dari total belanja langsung Rp 372,7 Miliar. (ddj)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: