Bolmong

Bangga dengan Toleransi di Dumoga Utara

Made Wulan Febryani. (foto:Faisal Amu/Pro BMR)

Sikap saling jaga toleransi antar pemeluk agama di Kecamatan Dumoga Utara patut diacungi jempol. Hal itu terbukti dengan momentum menjelang hari-hari besar keagamaan. Seperti menjelang hari raya Nyepi, warga non Hindu pun bahu membahu menjaga kelancaran Catur Brata Penyepian umat Hindu. “Kebersamaan kami dalam hal toleransi antar umat beragama sudah terjalin dari dahulu kala,” kata Made Wulan Febryani. Gadis yang tercatat sebagai siswi kelas XII di SMAS Swadharma Mopugad ini juga bangga menjadi bagian dari etnis majemuk Dumoga. ‘’Menurut saya, lintas etnis yang ada di Dumoga Raya ini adalah Suku Dumoga. Tak
terpisahkan, dan saya bangga ada di dalamnya,’’ kata gadis yang hobi baca novel dan musik ini. ‘’Saya juga yakin, toleransi dan sikap saling menyayangi antar pemeluk agama di Dumoga bersatu ini akan terus terbina,’’ imbuh putri kedua pasangan I Nyoman Darmalaksana dan Ni Made Sudiasih ini.

Menurutnya lagi, karakteristik yang unik, damai, dan pluralis di Dumoga Utara ini, menjadikan wilayah sadar kerukunan antar umat beragama di Bolmong tahun 2017 lalu. Pencanangannya melalui kajian waktu yang panjang. Bahkan, Kecamatan Dumoga Utara merupakan embrio Kabupaten Bolmong untuk menargetkan Harmony Award. “Ini merupakan potret miniatur wilayah kerukunan di Bolmong. Semoga akan menjadi pilot project kerukunan sebagai salah satu tolak ukur heterogen antar umat beragama,” pungkas Wulan, sapaan akrabnya. (Faisal)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: