Bolmong

Foto: Upacara Melasti di Mopugad dengan Protokol Kesehatan

BOLMONG – Sejumlah umat Hindu mengikuti upacara Melasti menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1943 di Desa Mopugad, Kecamatan Dumoga Utara, Kamis (11/3).
Ritual Melasti dilakukan oleh perwakilan desa adat dengan menerapkan protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan sebelum masuk Pura, dan diwajibkan menjaga jarak.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Desa Mopugad Bersatu I Nengah Puji SPd MSi mengatakan, untuk menekan penyebaran Covid-19, setiap Kepala Keluarga (KK) hanya bisa mengutus satu orang sebagai perwakilan, dari setiap banjar di masing-masing desa. ”Pawai Ogoh-ogoh ditiadakan. Hanya Melasti dengan jumlah yang dibatasi, dengan penerapan protokol kesehatan ketat. Kita mengacu aturan resmi dari PHDI pusat,” kata Puji.
Lanjutnya lagi, Melasti bermakna menghilangkan kotoran diri dan jagat raya yang disimbolkan dengan membesihkan benda yang disucikan seperti arca, pratima, nyasa, pralingga sebagai wujud atau Sthana Ida Sang Hyang Widi Wasa dengan segala manifestasi-Nya. ”Intinya, ada harmonisasi antara manusia, alam, dan lingkungan sekitar. Ini ada bagian dari tahapan perayaan Nyepi. Kami juga berdoa, agar bencana non alam Covid-19 ini segera berakhir, dan aktivitas bisa normal kembali,” imbuhnya.

Bagi warga yang tinggal di dekat laut, bisa melakukan ritual Melasti di laut. Sedangkan umat yang tinggal jauh dari laut bisa melakukan ritual di sumber mata air terdekat. ”Umat Hindu Dharma Desa Mopugad Bersatu dan Mopuya Bersatu, Kecamatan Dumoga Utara menggelar ritual Melasti di Pura Tirta Desa Mopuya Utara II,” katanya. (Faisal)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: