Kotamobagu

Wali Kota Weny Gaib Sambangi UMKM di Pelataran UDK, Pastikan Ekonomi Kotamobagu Terjaga

KOTAMOBAGU – Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M, tetap berkomitmen melalui Pemerintah Daerah untuk mendukung keberlanjutan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kegiatan bertempat di halaman Kampus Dumoga Kotamobagu (UDK), diambil dalam mengantisipasi fenomena musiman atau hanya sekedar tren (FOMO) baik pelaku usaha maupun para pengunjung.

Saat menghadiri acara Talk Show ” Gita Bicara, Wali Kota Mendengar” dimana mengusung tema Transformasi Ekonomi Kerakyatan, yang bertempat di halaman pelataran kampus UDK pada Sabtu malam 13/06/2016.

Saat menjawab pertanyaan terkait regulasi yang dinilai sebagai penghambat, dr. Weny Gaib menyampaikan bahwa kehadiran aturan di kawasan tersebut justru bertujuan menata aset milik masyarakat agar dapat berjalan tertib dan legal dalam pemanfaatannya.

” Pemerintah hadir dengan regulasi karena kita berbangsa dan bernegara. Kawasan ini milik masyarakat, sehingga penggunaannya harus ada aturan dan tidak bisa sembarangan. Namun kami tidak kaku. Jika pemerintah bersikeras, tempat jual beli UMKM sebenarnya telah disiapkan di eks Rumah Sakit,” Ungkap Wali Kota Weny Gaib.

Menjejaki antusiasme masyarakat yang sedang trend, khususnya pada kalangan anak muda yang ada di Kotamobagu Pemerintah memilih sikap yang adaptif. Regulasi yang disusun diupayakan tetap fleksibel dan tedak bertentangan dengan peraturan diatasnya yang berpotensi mempersulit para pelaku UMKM.

Dalam hal ini, pemerintah menjawab kekhawatiran dalam upaya pemerintah agar pusat kuliner dan UMKM di halaman UDK ini tidak sepi atau bubar saat trend mulai mereda. Wali Kota menekankan bahwa sangat penting untuk berkolaborasi, berinovasi, dan berfikir kreatif dari para pelaku usaha agar pengunjung tetap ramai dan tidak bosan sehingga perlu keseragaman.

Sebagai bentuk dukungan fasilitas nyata dari pemerintah, dr. Weny Gaib menyampaikan bahwa pada tahun anggaran ini, Pemkot Kotamobagu telah mengalokasikan anggaran khusus untuk membenahi serta menata kawasan taman depan UDK menjadi pusat UMKM yang strategis dan representatif.

” Tahun ini kami menyiapkan anggaran untuk membenahi halaman besar didepan kita ini, untuk dijadikan tempat UMKM. Kami bersama tim perencana juga memikirkan aksesibilitasnya. Agar masyarakat lebih mudah masuk kehalaman yang sudah kami bangun dari tahun lalu ini, maka kami memikirkan agar pagar-pagar itu akan dikeluarkan sehingga masyarakat bisa masuk dari berbagai pintu,” ungkap Wali Kota yang disambut tepuk tangan dari seluruh peserta yang hadir.

Selain Wali Kota, diskusi juga begitu hidup dan interaktif karena menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang untuk membedah strategi penguatan ekonomi lokal.

Ada beberapa narasumber yang ikut membagikan gagasan dan pengalamannya dalam kiat-kiat mengelola UMKM antara lain, Pengusaha sukses dari Minahasa Tenggara, Ibu Nurbaya Supit, Pengusaha Muda Kotamobagu, Michael Sholat Bibisa, dan Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Utara, Hamri Mokoagow.

Dari sisi kebijakan dan teknis pelaku usaha, hadir juga Staf Khusus Wali Kota Putri Damayanti Potabuga, serta Ibnu Malik selaku perwakilan langsung dari pelaku UMKM setempat yang juga ikut memberikan pandangan strategisnya.

Pelaksanaan kegiatan strategis ini, turut juga dikawal oleh Kapolres Kotamobagu AKBP Irwanto, SIK,
MH, jajaran eksekutif daerah juga tampak hadir dilokasi acara beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu.(SAR)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close