Bolmong

Awas! Tak Ada Kata Ampun Bagi ASN yang Terbukti Mempromosikan Peserta Pemilu

BOLMONG– Tidak ada kata ampun bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), yang berani mempromosikan atau melakukan hal yang menguntungkan bagi salah satu peserta Pemilu.

Hal tersebut ditegaskan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bolmong Pangkerego, saat memberikan evaluasi kepada seluruh Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) se Bolmong, Senin, (4/2) di Kantor Bawaslu Bolmong.

“Ya, kita memberikan penguatan kepada Panwascam dalam melakukan penindakan pelanggaran yang dilakukan ASN sebagaimana diatur dalam UU 7 tahun 2017 yang secara yurisprudensi, tidak ada kata ampunan bagi ASN yang dilakukan ASN baik yang menguntungkan bagi caleg maupun yang berani mempromosikan salah satu peserta pemilu,” ungkap Pangkerego.

Dia menambahkan, evaluasi itu dihadiri langsung oleh pimpinan Bawaslu Provinsi Sulut Mustarin Humagi, SHi. Kata Pangkerego, Pimpinan Bawaslu Prvinsi Sulut juga mengatakan, Panwascam tidak boleh gentar terhadap tekanan karena kekuatan hukumnya jelas sebagai lex specialis dan tindakan menguntungkan dan keberpihakan adalah jelas pidana dan tidak perlu ada kajian lagi karena pasal dalam UU 7 sangat jelas.

“Sangat tegas dalam UU 7 tahun 2017 pada pasal 490, 492, 494, dan pasal 521 terkait sanksi pidananya. Bagi kami ini tugas kami dan tentunya akan menjadi perhatian khusus dimana indikasi ini memungkinkan terjadi di Bolmong,” tegasnya Pangkerego.

Sementara itu Pimpinan Bawaslu Bolmong Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Jerry S. Mokoolang, mengatakan, penanganan kasus ASN akan difokuskan dalam pembahasan penindakan dan penanganannya, melalui Sentragakumdu yang di dalamnya ada unsur Bawaslu, kepolisian dan kejaksaan, sejak sprint Sentragakumdu diterbitkan penganan kasus keberpihakan ASN akan diproses melalui Sentragakumdu karena pelanggaran ASN domainnya adalah proses penanganan pelanggaran pidana pemilu.

“Saat ini Sentragakumdu sangat siap untuk melakukan proses penanganannya sebagaimana yang diamanatkan dalam UU 7 tahun 2017,” katanya mengakhiri. (Ind)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: