Boltim

Dituding Bohongi Publik, Ini yang Membuat Warga Geram PT ASA

ilustrasi catering
ilustrasi catering

BOLTIM — Perusahaan tamban yang berlokasi di Desa Kotabunan Kabupaten Boltim yakni PT Arafura Surya Alam (ASA) sudah mulai menunjukan ‘taji’ nya, anak cabang dari perusahaan PT J-Resources site lanud itu, dianggap melecehkan sejumlah warga Kotabuanan dalam permasalahan katring makanan.

Salah satu warga Kotabunan, Benny Budiman menuturkan bahwa sebenarnya dirinya dan sejumlah rekan seprofesi yang mempunyai usaha layanan jasa atau CV yang bergerak dibidang katring makanan tidak mempermasalahkannya jika proposal penawaran kerjasama mereka untuk penyediaan katring makanan ditolak dengan alasan tertentu. Namun, yang jadi permasalahannya pihak PT ASA tidak menepati janjinya untuk memberdayakan sumber daya manusia (SDM) yang bertempat diwilayah lingkar tambang tersebut. “Kami kecewa dengan sikap PT ASA karena pada saat sosialisasi sebelumnya dikantor Bupati Boltim yang dihadiri Bupati, Ketua DPRD dan anggotanya serta Kepala SKPD dan masyarakat desa Kotabunan-Bulawan, mereka (PT ASA,red) berjanji akan mengakomodir para warga yang tinggal di kawasan desa Kotabunan dan Bulawan dalam kegiatan mereka, tapi yang terjadi sekarang adalah ‘pembohongan’ publik,” tuding Budiman, Senin (16/2).

Dirinya juga membenarkan bahwa pada sebelumnya ada sejumlah alasan dari PT ASA yang dinilai rancu atau terlalu berbelit-belit ketika dirinya dan beberapa rekannya memasukan proposal penawaran kerjasama untuk pengadaan katring makanan di perusahaan tersebut.“Sebenarnya alasan yang diberikan PT ASA itu saya nilai merupakan penolakan secara halus, dimana pihak perusahaan berdalih bahwa komisi atau pembayaran kontrak katring tersebut akan dibayarkan setiap 6 bulan. Namun, disisi lain sebelumnya tidak seperti itu ketentuannya. Sehingga pada akhirnya kami mendapati sudah ada orang luar dari Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) ternyata telah mendapatkan pengadaan tender katring makanan itu. Nah inilah yang membuat kami tersinggung sebagai warga Kotabunan,” tegas Budiman.

Tidak hanya itu menurutnya juga, PT ASA tidak memberikan bocoran kelengkapan persyaratan berkas yang harus dilengkapi dirinya bersama warga Kotabunan lainnya untuk bisa menjadi mitra kerja. “Ada alasan dari salah satu karyawan orang perusahaan bahwa PT ASA sudah selama dua bulan melakukan pencarian pihak kontraktor/subkon katring yang berada di Kotabunan dan Bulawan, namun tidak ada. Kami mereka anggap apa kalau begitu, padahal mereka tahu bahwa kami juga ada perusahaan CV untuk bisa dipakai,” kesalnya, sembari mempertanyakan komitmen Pemda Boltim dalam hal ini Bupati Boltim dan para wakil rakyat di DPRD Boltim dalam mengawal kepentingan rakyat Boltim.

Menanggapi hal tersebut, Eksternal PT ASA Reginal Pontoh ketika dikonfirmasikan sejumlah media tidak membantah adanya persoalan tersebut dengan dalih masih akan ditanyakan lagi kepihak manajemen atau atasan yang bertanggung jawab penuh dalam hal tersebut. “Nanti kami konsultasikan dululah,” terang Pontoh.(Sandy)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: