Musim Penghujan Warga Diminta Waspada Penyebaran DBD

ProBMR, Kotamobagu– Curah hujan yang terbilang intens mengguyur wilayah Kota Kotamobagu menjadi salah satu faktor pemicu penyebaran penyakit Demam Bardarah Dengue (DBD). Untuk itu Dinas Kesehatan Kota Kotamobagu meminta masyrakat untuk waspada. Pasalnya, menurut data dari Dinas Kesehatan, selang bulan Januari hingga bulan September ini, penderita yang terserang penyakit DBD berjumlah 170 orang.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Kotamobagu, dr. Nurjanah Masloman melalui Kepala Bidang Promosi Kesehatan dan Penyehatan Lingkungan (Promkes-PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotamobagu, Dahlan Mokodompit, jumlah kasus tersebut berdasarkan laporan yang diterima dari pihak Rumah Sakit, dokter praktek dan Puskesmas.
“Kami bekerja sama dengan pihak Rumah Sakit, Puskemas dan dokter Praktek untuk memantau penyebaran penderita DBD di Kotamobagu,” Ungkapnya, Rabu (21/9).
Meski jumlah penderita DBD sudah 170 kasus, kata Dahlan, namun belum masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). Dirinya beralasan, kasus DBD di Kotamobagu penyebarannya belum meluas dan mengkhawatirkan. “Dari 46 penderita DBD, lokasinya berjauhan dengan pasien lain,” Ujarnya.
Lanjut Dahlan, mengantisipasi meluasnya penyebaran penyakit DBD, pihaknya gencar melaksanakan sosialisasi pentingnya hidup bersih dan pencegahan DBD dengan melakukan fogging disekitar rumah penderita. “Sosialisasi gerakan 3 M (Menguras, Menutup, Mengubur) terus dilakukan,” tutup Dahlan.
Sebelumnya Dinas Kesehatan Kota Kotamobagu menetapkan Kelurahan Gogagoman dan Mogolaing, Kecamatan Kotamobagu Barat, sebagai daerah rawan Demam Berdarah Dengue (DBD). Menurut Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes), Ahmad Yani Umar , salah satu alasan mengapa kelurahan Gogagoman dan Mogolaing ditetapkan sebagai darah rawan penyebaran DBD, adalah tingginya jumlah penduduk kedua kelurahan tersebut. “Semua desa dan kelurahan itu rentan DBD, tapi yang paling rawan di wilayah yang pemukimannya padat seperti Gogagoman dan Mogolaing,” kata Ahmad. (ddj)




