AdvertorialBolmong

Pemkab Bolmong dan Kementrian LH Bahas Hutan Gunung Ambang

IMG_0227

BOLMONG— Pemkab Bolmong akhirnya duduk bersama Kementrian Lingkungan Hidup (LH) membahas hasil penelitian tim terpadu, soal usulan perubahan fungsi pokok kawasan hutan dari sebagian kawasan Cagar Alam Gunung Ambang, seluas 3.379.97 Hektare (Ha),  menjadi kawasan Hutan Lindung (HL) dan kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT). Wilayah tersebut berbatasan dengan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Pertemuan yang dilaksanakan di Gedung Mangggala Wanabakti, bersama Direktorat Jendral Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Jakarta Jumat (13/5).

Dari rencana usulan perubahan cagar alam menjadi HL dan HPT karena Perusahan Listrik Tenaga Matahari (PLTM) yang bada di Desa Mobuya mulai beroperasi sejak 2006. Selain itu akses jalan yang melintasi cagar alam dari Desa Tuduaog – Desa Kolingangaan telah ada sejak tahun 2000 lalu.

IMG_0228

“Aktivitas masyarakat penggarap kebun holtikulutura  dan pengembangan potensi panas bumi dengan cadangan 130 MW untuk memenuhi kebutuhan listrik. Itu yang menjadi motivasi kenapa itu diusulkan dan menjadi pembicaran dalam rapat koordinasi bersama Kementrian Lingkungan Hidup,” kata Bupati Salihi Mokodongan.

Rakor tersebut berjalan cukup alot hingga sore hari,. Sebab usulan pemohon, yakni Pemprov Sulut, Pemkab Bolmong dan Pemkab Boltim dinilai tidak sesuai. Mestinya rekomendasi tersebut yakni  taman wisata alam seluas 3.141.59 Ha, HPT seluas 203,60 Ha, tetap dipertahankan sebagai cagar alam seluas 33,89 Ha. Sementara Pemprop Sulut, Pemkab Bolmong dan Pemkab Boltim berkeinginan statusnya agar diubah menjadi Hutan Lindung dan Hutan produksi terbatas. (sal/adv)

 

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: