Boltim

Dari Tiga Pemekaran Kecamatan di Boltim, Hanya Dua Kecamatan yang Disetujui Gubernur

SH Sarundajang
SH Sarundajang

BOLTIM — Pembentukan tiga kecamatan baru yakni Motongkat, Mooat dan Buyat di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) kembali dikeluhkan warga. Pasalnya, sampai saat ini belum juga ada kejelasan pasti dari Pemerintah Daerah (Pemda), kapan akan disahkan. “Soalnya Pemda selalu bilang sudah disetujui Gubernur. Lalu kapan akan ditetapkan. Apalagi yang menjadi kendala sehingga tiga kecamatan baru belum bisa ditetapkan,” ungkap salah satu tokoh masyarakat Tarsik Mokoginta kepada wartawan, Senin (08/06) kemarin.

Bahkan menurutnya, Pemda Boltim terkesan kurang serius untuk mempercepat pengesahan tiga kecamatan baru tersebut.” Kami minta Pemda sebaiknya terbuka kepada masyarakat.  Karena hingga saat ini, tidak ada laporan tentang perkembangan pemekaran kecamatan. Sejauh ini  kami hanya mengikuti perkembanganya lewat media masa saja,” Sentilnya.

Menanggapi hal ini Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Boltim, Nizar Kadengkang,SH ketika dikonfirmasi Senin (08/06) kemarin mengatakan, bahwa proses pemekaran kecamatan di Boltim hanya disetujui oleh Gubernur Sulut DR. Sinyo Harry Sarundajang, adalah Kecamatan Moot hasil pemekaran dari Kecamatan Modayag dan Kecamatan Motongkat hasil pemekaran Kecamatan Nuangan. Sedangkan Kecamatan Buyat diwilayah Kecamatan Kotabunan tidak disetujui Gubernur, karena dianggap belum memenuhi syarat.

Lanjut Nizar, pembentukan Kecamatan Motongkat dan Mooat saat ini tinggal dilakukan kodefikasi di Dirjenkom. ” Tapi untuk hal ini kewenangan pemerintah propinsi. Hanya saja, mereka masih disibukan dengan penyusunan LKPD, jadi kodefikasi dua kecamatan baru di Boltim masih tertunda,” tukasnya. Nizar pun menambahkan, setelah dilakukan kodefikasi, DPRD Boltim akan melakukan penjadwalan paripurna penetapan.(Sandy)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: