Bolmong

Proses Evakuasi Dihentikan, Total Korban yang Dievakuasi 45 orang, 27 Meninggal dan 18 Selamat

BOLMONG– Proses evakuasi terjadap korban longsor di Lokasi Pertambang Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong, resmi dihentikan.

Tim Basarnas Gabungan, bersama Bupati Bolmong Dra Yasti Soepredjo Mokoagow, dan Wali Kota Kotamobagu serta PT JRBM, lakukan konferensi pers, Kamis (7/3).

Menurut Direktur Oprasional Basarnas Brigjen TNI (Mar) Budi Pratama, saat ini tim gabungan evakuasi longsor di lokasi tambang emas di hentikan. “Dihentikannya evakuasi tersebut dikarenakan lokasi kurang aman lagi untuk dilakukan evakuasi,” ungkapnya.

Dijelaskan, tadi malam pukul 19.00 dilakukan evakuasi namun hanya di lakukan selama 3 jam, hal ini disebabkan banyak bebatuan berjatuhan di lokasi evakuasi di lubang tambang. “Ketika berhasil dikeluarkan batu besar yang tertutup di lubang tambang, tak lama kemudian terjadi longsor didalam lubang tambang,” ujarnya.

Meski begitu, dirinya menegaskan proses penggalian lubang tambang emas di Bakan sudah sampai dasar. Tapi tidak ada lagi korban yang ditemukan. “Kami yakin sudah tidak ada lagi korban. Total korban 45 orang,” katanya.

Lanjutnya, hari ini tepat 10 hari tim gabungan melakukan evakuasi, dihentikannya evakuasi hari ini berdasarkan rapat dan kesepakatan bersama dengan tim gabungan dan PT JRBM.

Dirinya berharap, kepada pihak keluarga untuk dapat menerima hasil evakuasi yang dilakukan tim gabungan ini. “Total korban 45 orang, 27 orang meninggal dan 18 yang selamat,” bebernya.

Sementara itu, Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow mengatakan, masih akan melakukan rapat koordinasi dengan Forkopimda untuk memebahas langkah selanjutnya terkait kedepan lokasi tambang di Bakan. “Saya belum bisa memutuskan sendiri. Kita akan melalukan pembahasan bersama Forkopimda, untuk langkah-langkah selanjutnya,” katanya mengakhiri.

Diketahui, hadir dalam konferensi pers itu diantaranya Bupati Bolmong Yasti Mokoagow, Wali Kota Kotamobagu Ir Tatong Bara, Wakil Walikota Nayodo Koeriawan, Kapolres Kotamobagu AKBP Gani F Siahaan, pihak TNI, pihak JRBM dan RSUD Kotamobagu. (Ind)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: