Bolmong

Pelaku Pembunuh Dua Penyu di Dumoga, Bakal Diproses BKSDA Sulut

BOLMONG– Peristiwa dua ekor penyu yang diduga dibunuh oleh seorang guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Dumoga, Kabupaten Bolmong, bakal ditindaklajuti oleh Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulut.

Seperti diketahui, Danny Ym Yoap Murary oknum guru melalui akun facebooknya telah memposting sendiri foto dan vidionya, dalam aktivitas sedang membersihkan berbagai kotoran penyu, Senin (4/3) belum lama ini.

Hal itupun langsung banjir kritikan pedas dari masyarakat melalui media sosial. Tak hanya masyarat Bolmong, tapi dari berbagai daerah melalui kolom komentar akun facebook pribadi Danny Ym Yoap Murary, sangat banyak kritikan terhadap perlakuan tak terpuji pada hewan yang dilindungi itu.

Dikonfirmasih ProBMR.com, Hendriks Rundengan, Kepala Sub Bagian Tata Usaha BKSDA Sulut, Kamis (7/3), menegaskan, pihaknya akan segera menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Ya, pasti akan segera ditindaklanjuti, tahap pertama ini kita akan segera buat surat panggilan ke pelaku paling lambat hari Senin pekan depan. Pemanggilan ini untuk klarifikasi kejadian di BKSDA, dan setelah itu, lelanjutannya, kita akan serahkan ke Penyidik PPNS Gakkum Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” ungkap Rundengan.

Dia menjelaskan, pelaku pembunuhan hewan yang dilindungi itu, melanggar UU no. 5 tahun 1990 tentang Koservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Katanya, sangat jelas dalam Pasal 21 ayat 2a. “Sanksi Pidana sesuai pasal 40 ayat 2, pelaku terancam penjara paling lama 5 tahun dan denda Rp 100 Juta,” bebernya.

Di sisi lain, Danny Ym Yoap Murary sendiri telah memposting klarifikasi di akun facebooknya terkait foto dan video aktivitasnya yang sedang membersihkan berbagai kotoran penyu itu.

Dirinya meminta maaf atas ketidaknyamanan masyatakat atas postingannya tersebut. Dia menjelaskan, postingan itu merupakan lampiasan rasa senangnya atas pemberian sebagian potongan daging penyu yang diberikan Seorang Bapak (Nelayan) terhadapnya.

“Sesungguhnya penyu itu bukan hasil tangkapan saya, tetapi merupakan hasil tangkapan seorang nelayan yang merupakan tetangga saya. Awalnya saya tidak perna memperkirakan akan Menjadi seperti ini (Viral, red). Namun ternyata terjadi demikian, olehnya pada kesempatan ini saya bermaksud untuk meberikan klarifikasi sekaligus meminta maaf atas keadaan ini,” jelasnya dalam postingan akun facebooknya.

Tak hanya itu, dirinya mengaku siap meberikan keterangan resmi apabila dibutuhkan dan akan meberikan informasi yang lengkap. “Pada kesempatan ini juga saya mohon maaf dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah meberikan masukan konstruktif termasuk wejangan, dan tanggapan. Setelah klarifikasi ini maka segerah saya akan menghapus postingan yang telah saya lakukan di beberapa hari yang lalu terkait dengan penyu,” tandasnya. (Ind)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: