Bolmong

Tingkatkan Partisipasi Masyarakat, KPUD Bolmong Gelar Kursus Kepemiluan

BOLMONG– Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bolmong, terus fokus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam Pemilihan Umum (Pemilu).
Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat menuju Pemilu serentak 2019. KPUD Bolmong menggelar kursus kepemiluan, Rabu (12/12) di Peepit Kedai, Desa Lolak Kecamatan Lolak.
Salman Saelangi Komisioner KPU Provinsi Sulut Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat hadir dan memberikan materi. Dirinya menjelaskan, terkait kesiapan KPU menghadapi pemilu serentak pada tanggal 17 April 2019 mendatang.
“Sejak tahun 2017, proses tahapan Pemilu telah dilaksanakan oleh KPU dari pusat sampai daerah. Sementara untuk pemilih mendapat 5 kertas surat suara untuk memilih baik presiden, DPD, DPR RI, DPRD Kabupaten/Kota, dan DPRD Provinsi,” ungkap Saelangi.
Dia menjelaskan, dengan adanya Pemilu Serentak akan memperkuat sistem Presidensiil dan adanya efektivitas anggaran dan efektivitas mobilisasi. “Dasar KPU yakni UU Nomor 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum. Regulasi dalam melaksanakan agenda pelaksanaan pemilu PKPU tahun 2017,” jelasnya.
Sementara itu, Hasrul Dumambow Komisioner KPUD Bolmong Divisi SDM dan Partisipasi Pemilih menyampaikan materi kursus terkait asas pemilihan umum di Indonesia adalah langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. “Kalau ada keluarga atau saudara yang sudah berusia 17 tahun, mari kita ajak dia agar mengurus e-ktp. Sehingga bisa menyalurkan hak suara pada pemilu 2019,” kata Hasrul.
Ditambahkan, peserta pemilu di Bolmong terdiri dari 12 partai politik dengan mencalonkan 247 calon anggota legislatif kabupaten, “merebut 30 kursi di DPRD Bolmong. Sedangkan untuk calon DPD RI, sebanyak 23 orang untuk 4 kursi. Pada 10 kursi DPRD Provinsi Sulut, akan diperebutkan 109 caleg di bolmong raya dan 75 orang caleg akan perebutkan 6 kursi DPR RI,” tambahnya.
Dalam materi lain oleh Fahmi Gazali Gobel, mantan Ketua KPU Bolmong mengatakan, ada beberapa parpol dan caleg melanggar keputusan KPU terkait pemasangan baliho. Pentingnya Pemilu berkualitas. “Kalau sudah ada perilaku membeli suara rakyat, maka bisa dikatakan ada itikad tidak baik. Karena dari awal sudah punya niat membeli suara rakyat, membeli suara rakyat perbuatan tidak baik,” jelasnya.
Sekadar diketahui, pemateri lainya yakni anggota KPU Provinsi Salman Sealangi, Komisioner KPU Bolmong Lilik Mahmudah, Alfian Pobela, Afif Juhri, Hasrul Dumambow, dan Ingga Adampe.
Peserta kursus yang hadir yakni pemilih yang berusia dibawah 30 tahun, perwakilan dari 15 kecamatan yang ada di Bolmong. Dimana setiap kecamatan mengutus 2 orang peserta. (Ind)
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: