Bolmong

Wabup Serahkan Insentif ke 1.275 Pemuka Agama di Bolmong

BOLMONG— Janji Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow dan Wakil Bupati  (Wabup) Yanny R Tuuk untuk memberikan insentif kepada para pemuka agama di Bolmong ditepati dan sudaj terealisasi.
Buktinya, Wabup Yanny mewakili Bupati Yasti telah menyerahkan secara simbolis insentif pemuka agama usai upacara Hari Kartini dihalaman kantor Bupati Bolmong
Senin (23/4).
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Rukman Korompot mengatakan, total anggaran insentif pemuka agama ini sebesar Rp 3,6 Miliar melalui Anggarana Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018 kepada 1.275, yang terdiri dari Imam, Pegawai Syar’i, pendeta, pastor atau frather dan pinandita atau pandita. “Ya, hari ini diserahkan dan dibagi dua di ruang rapat keasistenan 3 lantai dua kantor Bupati dan ruang bagian kesra kantor Bupati,” ungkap Rukman.
Dia menambahkan,  untuk triwulan ke dua direncanakan teknis penyerahan akan dilakukan dikecamatan. “Tadi saja kami kesulitan membayarkan insentif pemuka agama, sebab cukup banyak. Apalagi ini kali pertama insentif pemuka agama dianggarkan,” kata Rukman.
Untuk insentif pemuka agama jumlahnya masih cukup rendah Sebab, insentif para pemuka agama ini dalam tahap uji coba, dan juga disesuaikan kemampuan keuangan daerah. “Tiap bulan masing pemuka agama mendapat Rp 200 Ribu, dan dibayarkan tiap triwulan. Jadi totalnya per triwulan 600 per orang, dan semua pemuka agama nominal yang diterima sama,” jelas Rukman.
Di sisi lain kata Rukman, setelah program dijalankan, ternyata masih ada beberapa petugas agama yang tidak tercover. Tapi kata dia, itu kesalahan dari Pemerintah Desa (Pemdes) yang tidak memasukkan nama ke Pemkab. Nanti sesudah nama-nama petugas agama diterbitkan Surat Keputusan (SK) Bupati kemudian mulai muncul nama-nama baru. Padahal, program ini sudah disosialisasikan sejak pertengahan 2017 lalu. Pasca Bupati dan Wabup dilantik. “Kan yang paling tahu siapa saja petugas agama di desa itu adalah Sangadi. Kita hanya menerima daftar nama petugas agama yang dimasukkan Pemerintah Desa sebelumnya,” jelasnya.
Bahkan kata dia, hari ini sesuai surat yang ditujukan ke sangadi, yang akan menerima insentif adalah merke yang telah melengkapi laporan harian pemuka agama. Tapi ada sejumlah pemuka agama tidak membawah laporan. Namun tetap diserahkan.
“Kami berharap berikutnya pemuka agama wajib melampirkan laporan harian kinerja pemuka agama. Sebab dasar itu yang menjadi acuan kami untuk membayarkanya, ini sesuai petunjuk BPK,” katanya mengakhiri.  (Ind)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: