Bolmong

Segel SDN 2 Tonom Dibuka

BOLMONG – Pemkab Bolmong melalui Dinas Pendidikan bergerak cepat mengatasi penyegelan SDN 2 Tonom, Senin (26/3). Sekretaris Diknas I Wayan Mudiyasa SPd MMPd langsung mengunjungi SDN 2 Tonom dan melakukan audiens dengan orang tua murid yang keberatan dengan pergantian kepala sekolah. ”Proses membuka palang berjalan lancar dan aman, bersama masyarakat setempat dan pihak kepolisian,” kata Mudiyasa. Menurutnya, ada beberapa kesepakatan dalam audiensi tersebut, diantaranya peningkatan proses belajar mengajar, memberdayakan masyarakat setempat dalam mengatur dan mengatur SDN 2 Tonom.

Ia juga menjamin akan memperhatikan guru-guru asli Desa Tonom untuk diangkat sebagai kepala sekolah, sesuai dengan kompetensi dan kriteria yang diatur oleh peraturan menteri. ”Pengangkatan Plh Kepsek diatur Permen Dikbud sesuai standarisasi. Guru diberikan tugas tambahan sebagai kepala sekolah, mempunyai sertifikat sebagai pendidik, pangkat terendah IIIc, mengajar di kelas minimal 3 tahun,” jelas Mudiasa. lanjutnya lagi, Plh Kepsek harus mempunyai 5 kompetensi, yakni kepribadian, manajerial, kewirausahaan, sosial dan supervisi.

Puluhan Warga Desa Tonom Kecamatan Dumoga Timur menyegel SDN 2 Tonom, Senin (26/3). Alasannya, para warga yang semuanya adalah orang tua murid di sekolah itu menolak dengan pergantian kepala sekolah yang baru. Warga membentangkan spanduk dengan tulisan ”YTH BUPATI DAN WAKIL BUPATI, KAMI TIDAK MENERIMA KEPSEK LUAR DESA TONOM” dan meletakkan palang bambu di depan gerbang sekolah. Akibat aksi tersebut aktivitas belajar mengajar lumpuh, dan siswa terganggu melanjutkan kegiatan belajar mengajar.

Kepala Dinas Pendikan Bolmong Renti Mokoginta SPd MAP mengatakan, Wisje Ratu kepsek yang diganti sudah pensiun sejak Januari 2018. Sehingga untuk mengisi kekosongan ditunjuklah Masye Mewengkang sebagai Pelaksana Harian (Plh), yang juga sebagai guru di SDN I Dumoga. ”Plh itu hanya sementara, mengingat pelaksaan ujian semakin dekat. Supaya tidak ada kekosongan, sambil menunggu pelantikan kepsek definitf. Kami harap para orang tua bisa memakluminya,” kata Renti. (sal)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: