Bolmong

Selang Tiga Tahun 647 Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Terjadi Di Bolmong

Farida Mooduto
BOLMONG— Kasus kekerasan anak dan perempuan di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) harus menjadi perhatian serius. Betapa tidak,  selang waktu tiga tahun terakhir, di Bolmong tercatat sudah 647 kasus kekerasan anak dan perempuan yang terjadi.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Bolmong Farida Mooduto SPd mentakan, berdasarkan data yang diperoleh, selang tahun 2016 hingga 2017 kasus kekerasan anak dan perempuan terus meningkat.
Tercatat pada 2016 terjadi 234 kasus dan meningkat pada 2017 menjadi 410 kasus. “Untuk tahun 2018 saja pada bulan Januari,  sudah tercatat tiga kasus pelecehan seksual dan kekerasan terhadap anak yang terjadi. Ya, umumnya setiap laporan warga diberbagai wilayah kepolisian di Bolmong, kasus yanh mendominasi adalah kekerasan fisik,” ungkapnya.
Meskipun demikian, Mooduto menuturkan, dalam menangani kasus-kasus tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmomg menyiapkan pendampingan hukum bagi setiap korban. Katanya, Pemkab melalui DP3A telah bekerja sama dengan kepolisian maupun pengacara dan psikolog untuk membantu korban. “Jadi, kita tidak hanya fokus pada pendampingan hukum, namun hal terpenting juga memulihkan psikologi korban supaya tetap semangat dalam menjalani kehidupan pasca terjadi peristiwa terkait,” jelas Mooduto. (Ind)
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: