Bolmong

Pedagang tak Ingin ke Dulangon

suasana di pasar Lolak
suasana di pasar Lolak

BOLMONG – Para pedagang pasar Lolak menolak pemindahan pasar di Desa Dulangon Kecamatan Lolak, saat mendengar rencana relokasi. Pasalnya, para pedagang menilai pembangunan pasar sentral di Desa Dulangon terlalu jauh dari pusat kota dan dapat merugikan para penjual. “Pembangunan pasar sentral di Dulangon terlalu jauh dari pusat kota,” ujar kata Amnah Damogalad Pedagang Lolak.

Selain itu, para pemilik toko di Lolak mengaku bakal mengalami kerugian besar jika pasar dipindahkan. “Banyak toko di Pasar Lolak sudah dibangun permanen. Sehingga dikhawatirkan para pedagang akan mengalami kerugian jika pasar dipindahkan,” ujar Moko pemilik toko bangunan di kompleks pasar Lolak.

Sementara, aktivis pemuda Lolak Supandri Damogalad mendesak kepada pemerintah agar tidak memindahkan pasar Lolak di Desa Dulangon. Menurutnya, jika ingin melakukan pengembangan, seharusnya dilaksanakan di kompleks pasar. Dimana, kompleks pasar memiliki lahan yang sangat luas untuk mengembangkan pembangunan pasar sentral. “Masyarakat pemilik lahan pastinya bersedia menjual lahannya untuk dibangun pasar sentral,” tandas Adri.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bolmong Ir George Tanor mengatakan, pembangunan pasar di Dulangon masih sebatas usulan. Katanya, pemerintah akan mempertimbangkan penempatan pembangunan pasar tersebut agar sama-sama menguntungkan warga. Namun disatu-sisi pemerintah pastinya mengacu terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk pengembangan sebuah kota. “Kurang elok jika di pusat kota terdapat pasar. Namun yang pasti semua usulan termasuk aspirasi warga akan dipertimbangkan oleh pemerintah,” pungkasnya. (sal)

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: