Bolmong

Pemkab Temukan Solusi untuk 4000 ASN yang Terancam tak Gajian

Tahlis Gallang

BOLMONG–¬†Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Bolaang Mongondow (Bolmong) bisa bernafas lega. Pasalnya, ancaman tak menerima gaji di akhir tahun 2017 ini mendapat solusi, dipastikan tidak akan terjadi.
Hal ini dikatakan Sekertaris Daerah (Sekda) Tahlis Gallang. Menurutnya, penghematan besar-besaran yang telah dan akan dilakukan telah cukup untuk menutupi besaran hutang dan defisit anggaran tersebut. “Kita sudah hitung-hitungan di anggaran perubahan semua bisa terbayarkan. Jadi tidak perlu berhutang lagi di tahun depan,” ungkapnya Kamis, (17/8).

Dijelaskan Tahlis, saat pembahasan awal Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P), pihaknya menemukan kesenjangan anggaran belanja pegawai. Pemborosan yang dilakukan di awal tahun berakibat ada habisnya anggaran belanja di akhir tahun. “Sebelum mulai pembahasan kita temukan kekurangan anggaran belanja pegawai hingga Rp 25 miliar. Nah, itu yang mengakibatkan gaji 4000-an pegawai di bulan Desember dan tunjangan hari raya ASN Nasrani tidak mungkin terbayar,” bebernya.

Beruntung, lanjut Gallang, pihaknya berhasil memeras otak sehingga menemukan solusi penanggulangan hutang dan defisit anggaran. “Jadi ini ada Rp 25 milliar kekurangan akibat pemborosan belanja pegawai, kemudia hutang kepada pihak ketiga Rp 47 miliar, juga defisit Rp 23 miliar. Semuanya sudah bisa diatasi,” ujarnya.

Pembatasan perjalanan dinas serta pengurangan anggaran pada kegiatan yang tidak perlu menjadi jalan keluar. Tahlis menyebut, hampir dipastikan tidak ada penambahan anggaran di perangkat daerah. “Mau tambah buat apa ? Kecuali memang prioritas,” tegasnya.

Ketika diminta untuk membeber besaran angka RAPBD-P yang diajukan pemkab ke DPRD secara keseluruhan, Tahlis belum bisa menjelaskan, dia menyebut anggaran final nanti setelah pembahasan di dewan.

Sebelumnya, Bupati Dra Hj Yasti Sopredjo Mokoagow dan Wabup Yanny Ronny Tuuk Sth MM mengungkapkan habisnya anggaran belanja pimpinan. Akibatnya, baik Yasti maupun Yanny harus membiayai keperluan serta operasional sendiri. “Sudah dari triwulan I habis. Kalau begini terus nantinya seperti apa,” tandasnya. (Ind)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close