Bolmong

Pemotongan TPP Dikaji Lagi

PNS BOLMONG

BOLMONG —Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Bolmong menilai pemotongan tambahan perbaikan penghasilan (TPP) tidak adil. Pasalnya, pemotongan tersebut hanya sepihak dan tidak berdasarkan absen kehadiran pegawai. “Kami merasa aneh, dalam sebulan hanya 2 kali tidak masuk kantor dengan alasan urusan penting. Namun TPP yang saya dapatkan hanyalah Rp300 ribu lebih dan sudah dipotong sebanyak Rp200 ribu,” keluh salah satu PNS di Setda Bolmong.

Diapun mempertanyakan standar apa yang diberlakukan, sehingga TPP dipotong dengan jumlah yang sangat banyak. “Ini tidak adil, beban kerja kami sangat besar dibandingkan dengan PNS yang hanya datang untuk mengisi daftar hadir lalu pulang kantor. Seharusnya, para petinggi pemkab dapat memperhatikan pemotongan TPP karena hanya menimbulkan kecemburuan dari para PNS,” tandasnya.

Sekda Bolmong Drs Farid Asimin MAP mengatakan, akan mengkaji hal tersebut. Dikatakannya, pemotongan TPP bertujuan memberikan efek jera bagi PNS yang malas masuk kantor. Selain itu, sekda mengharapkan kepada petugas pengkajian kehadiran untuk mengkaji dengan baik total TPP yang akan diperoleh. “Jadi jika dikaji dengan baik, tidak ada permasalahan lagi bagi para PNS tentang pemotongan TPP,” tandasnya. (sal)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: