KriminalNasional

Buronan Kasus Mutilasi di Bengkalis Riau Ditangkap di Sumut

Ali Akbar

Ali Akbar (25), buronan yang terlibat kasus pembunuhan dengan cara memutilasi korbannya di Bengkalis akhirnya tertangkap. Tersangka dibekuk di wilayah Sumatera Utara (Sumut).

“Selama tiga hari tim kita melakukan penyelidikan di wilayah Sumut yang dibantu Jatanras Polda setempat. Keberadaan tersangka akhirnya dapat dilacak,” kata Kapolres Bengkalis AKBP Hadi Wicaksono kepada detikcom, Rabu (5/4/2017).

Wicak menjelaskan, penangkapan ini dilakukan saat tersangka Ali bersembunyi di rumah neneknya di Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumut.

“Saat dilakukan penangkapan, tersangka tidak melakukan perlawanan. Dari Sumut kita bawa ke Polres Bengkalis. Tertangkapnya Ali, dengan demikian seluruh pelaku berjumlah 3 orang sudah bisa kita amankan,” kata Wicak.

Sebagaimana diketahui, kasus pembunuhan ini terjadi Jumat (24/3) dengan korbannya bernama Bayu Santoso (27). Saat itu, korban mendatangi tempat biliar milik tersangka Ari (31). Ali Akbar dan Andreas alias Gondrong juga ada di tempat itu.
Ketiga pelaku bersama-sama membunuh korban Bayu. Ari adalah orang pertama yang menikam korban disusul Gondrong dengan senjata tajam.
Selanjutnya, tubuh korban mereka mutilasi. Ali berperan memegangi tubuh korban saat dimutilasi. Usai memutilasi, potongan tubuh korban dimasukkan dalam tas koper.

Dua hari setelah melakukan pembunuhan, tersangka Gondrong membuat laporan ke polisi. Dia beralibi bahwa kasus pembunuhan ini dilakukan Ari.
Belakangan setelah dilakukan pengembangan, Ari tertangkap di Jakarta. Dari Ari inilah, terungkap bahwa Ali dan Gondrong juga ikut terlibat. Tak lama polisi pun membekuk Gondrong. Sedangkan Ali kabur ke Sumut.

Pembunuhan ini diduga kuat terkait peredaran narkoba. Ari selama ini merupakan agen narkoba yang dipasok dari Malaysia.
Korban Bayu selama ini juga berteman kepada ketiga pelaku. Belakangan, Bayu mengancam akan membocorkan bisnis usaha haram itu ke pihak kepolisian.

“Di sinilah ketiga pelaku marah terhadap korban. Sehingga mereka berniat untuk membunuhnya,” kata Wicak.
Pun begitu, Ari juga marah terhadap korban karena janji memperbaiki karpet untuk meja biliar tak pernah dikerjakan. Padahal, uang untuk memperbaiki sudah diberikan kepada Bayu.

“Jadi kemarahan Ari ini sudah terakumulasi terhadap korban,” .

(detik.com)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close