Bolmong

Pasar Lolak Bakal Direlokasi

Pasar Lolak
Pasar Lolak

Pasar tradisional Lolak yang menjadi kebanggaan masyarakat ibu kota, nampaknya tinggal kenangan. Pasalnya, 2015 ini Pemkab Bolmong berencana membangun pasar sentral yang dipusatkan di Desa Dulangon, Kecamatan Lolak.

Informasi yang dihimpun, dana pembangunan pasar sentral menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sehingga diusulkan ke pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan. Bahkan, Pemkab Bolmong sudah menyiapkan lahan yang digunakan untuk pembangunan pasar. “Pembangunannya sudah ditetapkan di Desa Dulangon, kemungkinan dibangun pada 2015 ini,” ungkap sumber.

Asisten II Bidang Pembangunan Drs Djek Damopolii membenarkan hal tersebut. “Memang pihak Pemkab sudah berencana untuk membangun pasar sentral yang nantinya dipusatkan di Desa Dulangon. Desa Dulangon terdapat tanah pemerintah yang cukup luas untuk pembangunan pasar tersebut,” ujar Damopolii. Menurutnya, lokasi pasar tradisional Lolak sudah terlalu kecil dan tidak bisa dikembangkan. Apalagi pasar tersebut sangat mengganggu aktivitas lalu lintas jalur Trans Sulawesi. “Saya rasa tidak ada masalah pemerintah membangun pasar baru. Lagipula ini untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Terpisah Kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Bolmong Ir George Tanor mengungkapkan, pembangunan fasilitas publik tersebut sudah diusulkan ke Kementerian Perdagangan sebanyak Rp10 miliar. “Pembangunannya diperkirakan dimulai pada 2015 ini,” kata Tanor.

Diketahui, pasar tradisional Lolak sudah menjadi kebanggaan masyarakat setempat. Bahkan kompleks pasar sudah dibangun gedung-gedung besar dan mewah oleh para pedagang. “Pemerintah seharusnya memikirkan kerugian para pedagang yang sudah membangun gedung-gedung besar di lokasi pasar tradisional Lolak,” tandas Fahri Damogalad salah satu pedagang di Pasar Lolak. (sal)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: