Politik

Pasangan Hebat Pilkada Bolmong, Sebuah Rasionalisasi dan Analisa Politik

Abdul Bahri Kobandaha, SE

Oleh : Ali Kobandaha, SE

Bakal pasangan bakal calon Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow dan Wakil Bupati Yanny Ronny Tuuk STh MM, secara resmi mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), untuk ambil bagian dalam hajatan demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan dilangsungkan awal tahun 2017 mendatang.

Menurut saya, merupakan politisi yang memiliki tingkat elektabilitas tinggi di Bolaang Mongondow. Artinya, nama Yasti dan Yanny Tuuk, sudah sangat melekat ditelinga masyarakat Bolmong, apalagi bagi mereka (Masyarakat) yang telah menentukan sikap politik untuk setia hingga akhir bersama mereka (Pilihan politik memberikan dukungan dan suara).

Dalam karir politik, nama Yasti S Mokoagow mulai dikenal masyarakat Bolmong sejak tahun 2009, saat pertama kali dirinya mencalonkan diri pada Pemilihan Umum Legislatif kursi DPR RI dapil Sulawesi Utara. Sedangkan Yanny R Tuuk, juga memiliki karir politik yang dimulai dari kursi DPRD Kabupaten Bolmong hingga banting setir ke kursi Wakil Bupati tahun 2011-2016.

Saya sangat yakin dan percaya, pasangan Yasti-Yanny memiliki komitmen yang kuat dalam rencana besar membangun Bolmong. Komitmen itu, tentunya didukung dengan sumber daya yang dimiliki keduanya.

Pengalaman Yasti menjadi anggota DPR RI hingga mengendalikan Komisi V pada periode keanggotaanya di DPR RI 2009-2014, merupakan nilai plus yang ada padanya. Sudah tentu, modal jaringan luas di pusat yang dimiliki pada periode pertamanya itu, tak dapat dipungkiri.

Apalagi, ruang lingkup komisi V adalah infrastruktur dan perhubungan. Kementerian yang menjadi pasangan kerja atau mitra kerja yakni Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional, Badan Penanggulangan Lumpur Sidoardjo (BPLS) Badan Pengembangan Wilayah Surabaya- Madura (BPWS), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Bidang Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi).

Hemat saya pula, modal kekuatan jaringan dipusat seperti ini, akan sangat membantu untuk lebih memajukan daerah Bolaang Mongondow, terutama kepentingan pembangunan infrastuktur kedepan.

Sedangkan Yanny R Tuuk, memiliki basis masa yang militan, tersebar di 15 kecamatan, Bolmong. Dibuktikan dengan kemenangan PDIP, partai yang dipimpinya, meraih 8 kursi di lembaga legislatif DPRD Bolmong, untuk periode 2014-2019. Sebuah sejarah baru dalam frame politik Bolmong saat ini. PDIP menjadi pemilik kursi terbanyak. Itu semua tak lepas dari peran Yanny sebagai Ketua DPC, yang memahami betul bagaimana melakukan pendekatan yang baik pada masyarakat.

Bahkan, pola ini tak pernah dihilangkan seorang YRT jika menemui masyarakatnya dimana pun berada. Faktor kharismatik, tutur bahasa santun, mengayomi dan senyum khasnya, adalah sebuah keniscayaan yang tak akan pernah hilang dari sosok YRT. Ini terus berlaku sejak dirinya menjadi anggota DPRD, diberikan kepercayaan oleh masyarakat Bolmong menjadi Wakil Bupati periode 2011-2016. Dan hingga saat ini kembali mencalonkan diri untuk periode kedua kalinya. Dimana pun dan sampai kapan pun, selalu Yakin Rencana Tuhan (YRT).

Yasti dan Yanny merupakan perpaduan dua kekuatan, yakni kekuatan jaringan pusat dan kekuatan suara rakyat. Inilah yang membuat saya pribadi menyimpulkan, mereka pasangan hebat pilkada Bolmong.

Namun, lepas dari itu, setiap warga negara memiliki hak dan kemerdekaan yang sama dalam menentukan sikap politiknya untuk memilih calon pemimpin daerah yang akan diberikan amanah suara.

Tentunya dengan harapan, proses pilkada akan berjakan aman, damai dan sukses. Begitu pun dengan hubungan pertemanan, kekeluargaan dan persaudaraan, akan tetap terjalin dengan baik dan tetap terjaga. (*)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close