BMRKotamobagu

Tokoh Agama  Nyatakan  Sikap Tolak Paham Radikal

Salah perwakilan tokoh agama saat menandatangani berita acara pernyataan sikap di hadapan Forkopimda.

PROBMR.COM, KOTAMOBAGU – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah bersama (FKPD) tokoh agama di Kotamobagu menyampaikan pernyataan sikap menolak paham radikal. Pernyataan sikap FKPD dan para tokoh agama tersebut disampaikan pada Kegiatan aksi damai yang digagas oleh  Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dengan mengusung tema “Damai itu Indah dan Hidup Rukun Adalah Sumber Inspirasi Kebahagiaan” di Lapangan Boki Hotinimbang, Selasa (15/5).

Ada lima poin pernyataan sikap yang disampaikan oleh para tokoh agama yakni dihadapan Forkopimda, jajaran ASN serta elemen masyarakat Kota Kotamobagu. Pertama,  mendukung kepolisian mengusut dan menangkap pelaku hoax baik oleh perorangan maupun kelompok. Kedua, mengecam keras oknum atau kelompok yang melakukan tindakan aksi terorisme di Mako Brimob dan beberapa tempat di Surabaya. Ketiga, mendorong pihak kepolisian melakukan penanganan dan pemberantasan tegas dan tuntas terhadap segala bentuk aksi terorisme. Keempat, mengimbau masyarakat yang beragama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Kong Hu Cu agar tidak mudah terprovokasi dengan isu hoax dan. Kelima mengajak semua elemen masyarakat lebih memperkokoh dan menguatkan semangat kebersamaan dan kebangsaan di Kota Kotamobagu.

Saat memberikan sambutan,  Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota, Muhammad Mokoginta, meminta pemerintah desa dan kelurahan untuk terus meningkatkan keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat

Menurutnya, rentetan kasus bom bunuh diri di beberapa tempat di Surabaya dan Sidoarjo menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk terus meningkatkan kewaspadaan.

“Pemerintah desa dan kelurahan saya harap lebih mengaktifkan lagi Siskamling (Sistem Keamanan Keliling). Kemudian masyarakat harus selalu waspada dan lebih peka lagi dengan lingkungan sekitar,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Ahmad Sabir, meminta masyarakat selalu menjaga kebersamaan, persatuan dan kesatuan. “Kita harus bersatu agar kuat. Sistem keamanan di semua tempat harus diperketat lagi. Begitu juga di desa dan kelurahan, kalau melihat ada orang yang gerak-geriknya mencurigkan, silahkan dilaporkan ke pihak berwajib,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Bolmong AKBP Gani Fernando Siahaan, mengungkapkan tindakan radikal yang dilakukan oknum tertentu dibeberapa tempat di Indonesia merupakan sebuah ancaman terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Ada tindakan radikal di yang terjadi di Mako Brimob dan beberapa tempat di Surabaya. Ini bukan main-main. Ini adalah ancaman serius,” kata Kapolres. (ddj)

 

 

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close