Bolmong
Kaligis Hadiri Rakor TP-PKK se-Indonesia

BOLMONG— Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Bolaang Mongondow (Bolmong) ikuti Rapat Koordinasi (Rakor) bersama seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota se Indonesia yang digelar oleh TP-PKK pusat, Selasa (10/4) di Hotel Sultan Senayan Jakarta.
Rakor itu, dibuka langsung Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan turut dihadiri Ketua TP-PKK Kabupaten Bolmong, Lesly Lanny Kaligis.
Menurut Lesly, sesuai undangan seluruh daerah se Indonesia wajib hadir dalam rakor tersebut. Katanya, Rakor yang diberi tema “Sinergitas Program PKK Mewujudkan Keutuhan dan Kerukunan Keluarga Sebagai Perekat Bangsa” ini dilaksanakan oleh pengurus pusat, yang sesuai rencana mulai tanggal 9-11 April 2018.
“Ya, Pembahasan dalam rakor kali ini terkait tugas dan fungsi TP-PKK yang merupakan lembaga kemasyarakatan sebagai mitra kerja pemerintah dan organisasi kemasyarakatan lainnya. Kami membahas juga terkait Peraturan Presiden (Perpres) 99 tahun 2017. Intinya tentang kedudukan PKK dan Kemendagri sebagai koordinator penyelenggaraan gerakan PKK. Untuk itu, kedepan Perpres ini akan menyatukan derap langkah pelaksanaan 10 program PKK,” ungkap Kaligis.
Ketua PKK sekaligus Ketua Komisi II DPRD Bolmong ini menjelaskan gerakan PKK yang sudah dipayungi Perpres ini diharapkan akan berdampak positif terhadap percepatan pembangunan nasional. “Karena sesuai dengan ketentuan Perpres tersebut, ada rencana induk 5 tahunan yang dirumuskan bersama yang harus dilandasi komitmen untuk melaksanakannya,” tuturnya.
Dijelaskan, lewat Perpres tersebut telah mengisyaratkan bahwa dari sisi kelembagaan Gerakan PKK dalam wadah TP-PKK, posisinya menjadi lebih kuat. Konsekuensi dari penguatan posisi seperti ini menuntut kesiapan segenap jajaran TP-PKK untuk lebih tertib dalam berorganisasi. “Sebagai mitra pemerintah, kami berfungsi sebagai fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali dan penggerak pada masing-masing jenjang pemerintahan untuk terlaksananya program PKK,” jelasnya.
Sekadar Informasi, sejak tahun 1970-an, PKK sudah menggerakkan keluarga di desa untuk berpartisipasi dalam pembangunan. Tahun 1988 PKK juga mendapat penghargaan-penghargaan internasional seperti Maurice Pate, Sasakwa Health Price. Sedangkan dari dalam negeri mendapatkan penghargaan nasional yang diantaranya dalam bidang kesehatan, pendidikan, keluarga berencana, lingkungan hidup dan lainnya sebagainya. (Ind)




