Sekditjen KSDAE Kementrian LKH Kunjungi Penangkaran Maleo

BOLMONG— Burung Maleo merupakan satwa yang ada di Sulawesi Utara (Sulut) khususnya Bolaang Mongondow (Bolmong) yang mampu menarik perhatian. Mengapa tidak, hingga saat ini banyak wisatawan dari luar daerah yang sering berkunjung ke Bolmong untuk melihat burung tersebut.
Kali ini giliran Sekertaris Direktorat Jendral (Ditjen) Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Ir Herry Subagiadi MSc, berkunjung ke tempat penangkaran burung maleo, tepatnya di desa Tambun Kecamatan Dumoga Timur, Kamis (18/5).
Menurut Subagiadi, burung maleo merupakan salah satu satwa endemik Sulawesi, yang harus dilestarikan. Keberadaan satwa ini menjadi salah satu icon yang ada di Bolmong. “Selain Maleo terinformasi juga masih banyak jenis burung lain yang berada di wilayah Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW). Ini perlu juga dilakukan penelitian dan pengkajian untuk dilestarikan, supaya keanekaragaman hayati ini terjaga demi anak cucu kita nanti,” ungkapnya.
Dijelaskan, pelestarian dan perlindungan kawasan TNBNW terutama untuk menjaga populasi burung Maleo diperlukan sebuah kerja sama antar semua pihak. “Mari kita lihat ini segbagai kepentingan bersama. Banyak tekanan dalam pengelolaan Taman Nasional, apalagi Maleo ini merupakan primadona. Secara moral ini tanggungjawab kita. Pelestarian satwa-satwa yang ada merupakan tanggung jawab bersama, baik Pemkab maupun masyarakat,” jelasnya.
Selain itu kata dia, dalam kunjungan kerja (Kunker) tersebut, merupakan sebuah bukti perhatian Pemerintah pusat terhadap kegiatan dan tugas yang dilakukan oleh Pemkab. “Ini merupakan tanda bahwa pusat dan daerah itu tidak ada gep. Harus saling bekerja sama dalam menjalankan tugas,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Balai TNBNW Noel Layuk Allo mengucapkan terimakasih atas Kunker Sekditjen KSDAE tersebut. “Kunker ini akan menjadi sebuah motivasi bagi BTNBNW. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan acara pelepasan lima ekor Burung Maleo dewasa dan penanaman pohon cempaka di lokasi penangkaran Maleo,” tutupnya.
Hadir dalam acara tersebut, perwakilan TNI, Camat Dumoga Timur, para Kepala Desa, para Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup TNBNW, personil WCS dan personil EPASS. (Ind)




