Kurang Perlindungan, Ratusan Budaya Tradisional Punah

ProBMR, KOTAMOBAGU–Kondisi budaya tradisional asli Bolaang Mongondow, khususnya Kota Kotamobagu saat ini sangat memprihatinkan. Faktor utama penyebabnya ialah kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga dan melestarikan budaya asli daerah.
“Sudah seharusnya kita sebagai putra dan putri asli daerah ini, wajib untuk menjaga dan melestarikan apa yang sudah menjadi warisan budaya dari leluhur kita sebagai ikon dan wajah daerah ini. Juga, pemerintah haruslah membuat peraturan tentang perlindungan budaya tradisional, mencakup perlindungan, pelestarian, pengembangan, bahkan pendanaan,” ujar Tokoh budaya Bolmong, Saad Mokoagow, saat bersua di kantor Walikota Kotamobagu, Selasa (24/5)
Menurut penulis Kamus Mongondow Indonesia ini, penelitian yang ada, saat ini di Kota Kotamobagu saja ada sekitar 100 jenis budaya tradisional yang sudah punah dan hampir punah. Baginya kondisi tersebut memprihatinkan, mengingat perjuangan kelompok masyarakat mempertahankan hidup budaya tradisional tidaklah mudah.
“Persoalan adat istiadat, kemudian masalah kebudayaan dan tradisioanal, itu sangat penting untuk di jaga, sebab banyak masyarakat Kotamobagu bahkan para pemuda dan pemudi yang sudah tidak mengenal lagi seperti apa budaya kita ini” cetusnya.
Bahkan Ironisnya, Mokoagow menyayangkan para duta wisata Kotamobagu saja tidak mampu menunjukan pengetahuannya tentang kebudayaan daerah.
“Apalagi para peserta Nanu dan Uyo, mereka itu hampir semuanya tidak bisa berbahasa mongondow dengan baik bahkan tidak tahu akan seluk beluk kebudayaan daerah” sesalnya.
Mokoagow kemudian mengajak masyarakat Kota Kotamoabagu untuk saling bekerjasama melesatrikan kembali budaya khas daerah yang hampir punah semuanya.
“Banyak metode untuk kita belajar kembali akan budaya dan tradisi daearah kita, yakni dengan belajar berbaha mongondow melalui kamus mongondow, dan mencari informasi tentang aspek budaya dan sejarah asli bolaang mongondow” ujar Mokoagow. (Rez)




