Kotamobagu

Ini Calon Jemaah Haji Tertua dan Termuda di Kotamobagu

Lour Modeong dan Abdy Abdullah Calon Jemaah Haji Kotamobagu Tertua dan Termuda
Lour Modeong dan Abdy Abdullah Calon Jemaah Haji Kotamobagu Tertua dan Termuda

ProBMR, KOTAMOBAGU–Pemberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) Kota Kotamobagu tahun 2016 ini kembali ada yang menarik perhatian. Salah satunya adalah jemaah tertua dan jemaah termuda yang berangkat menjalankan rukun islam kelima tersebut.

Lour Modeong merupakan Jamaah Calon Haji (JCH) Kotamobagu tertua. Lelaki asal Kelurahan Mongkonai, Kotamobagu Barat ini berangkat ke Tanah Suci di usia 84 tahun. Sedangkan, JCH termuda yakni Adby Abdulah, pemuda asal Kelurahan Gogagoman, Kotamobagu Barat, dengan usia 21 tahun.

Lour Modeong saat ditemui ProBMR, Ketika usai melaksanakan Manasik Haji di lapangan Diktra Prima Pobundayan, Selasa, (09/8) masih terlihat segar dan tegap. Meski usianya telah renta, lelaki yang sehari-harinya bertani ini masih enerjik. Bahkan, tetap semangat saat diwawancarai.

Ia mengaku meski telah mendaftar sebagai CJH sejak 2012 silam, dirinya terus menjaga kesehatan agar perjalanan haji di tahun ini tidak mengalami kendala.

“demi menjaga kesehatan sebelum ke tanah suci, saya rutin minum vitamin dan menjaga pola amakan saya agar tidak gampang sakit, dan insha Allah tidak ada kendala sedikitpun ketika bernagkat di rumah Allah” ujar Kakek ini dengan penuh haru bahagia.

Sama halnya dengan JCH termuda, Abdy Abdullah. Selain persiapan yang matang, ia pun berharap dengan menunaikan ibadah Haji ditahun ini dirinya bisa segera mendapatkan pasangan.

“saya sangat bersemangat, selain ini adalah kewajiban untuk menunaikan rukun islam  ke lima, semoga saya bisa segera diberi jodoh, sehingga itu saya rutin olahraga dan menjaga kesehatan saya” tuturnya.

Kepala Seksi Haji dan Umroh Kementrian Agama Kotamobagu Hi. Mohamaad Husen, S.Ag mengatakan, JCH yang sudah lanjut usia akan mendapatkan pengawasan khusus sebelum keberangkatan ke tanah suci sampai pada pelaksanaan ibadah Haji di Masjidil Haram.

“Yang tertua masuk pada jamaah tambahan atau lanjut usia. Namun untuk pelayanan bagi seluruh CJH Kotamobagu itu sama, usia lanjut saja yang akan mendapat pengawasan”Ujarnya.

Meski demikian, lanjut Husen, seluruh CJH Kotamobagu mendapat pelayanan kesehatan sebelum berangkat ke tanah Suci sehingga tidak dihawatirkan akan kondisi kesehatan mereka.

“Semoga tidak ada kendala sampai pelaksanaan ibadah haji. Untuk Usia lanjut juga tidak ada kendala, karena meskipun usia sudah tua namun fisik mereka masih kuat”ujarnya. (Rez)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close