Politik

Banjir pekerja asing, Pemerintah diminta prioritaskan pekerja lokal

Buruh wanita di pabrik rokok Sampoerna.
Buruh wanita di pabrik rokok Sampoerna.

Puluhan ribu pekerja asing datang ke Indonesia untuk mengadu nasib. Bahkan, belakangan diketahui, banyak pekerja asal China ditangkap karena masuk secara ilegal, tidak memiliki izin kerja.

Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen DPR Rofi Munawar menilai, untuk meminimalisir dampak dari masuknya pekerja asing ilegal ke Indonesia, dapat dilakukan dengan penguatan sistem dan penegakan hukum. Caranya dengan mendata dan memeriksa izin dari para pekerja asing tersebut.

Dia menilai, banjir pekerja asing di Indonesia tidak dapat dihindarkan. Hal ini terjadi akibat dampak banyaknya investasi yang dilakukan pemodal luar negeri di Indonesia.

“Keberadaan pekerja asing memang tidak bisa terhindarkan, seiring dengan masuknya investasi asing di Indonesia. Namun keberadaan mereka tentu harus terdata, sesuai dengan kebutuhan dan kesepakatan,” ujar Rofi di Gedung DPR RI Senayan, Kamis (21/7).

“Jika hanya pekerja kasar dan tak terdidik, pada akhirnya tentu akan menimbulkan permasalahan sosial dan ekonomi,” katanya menambahkan.

Hanya saja, Rofi mengingatkan, agar pemerintah lebih memperhatikan pekerja lokal, dan mengutamakannya dalam setiap peluang kerja yang ada. Sebab, isu mengenai kekhawatiran publik akan serbuan tenaga kerja asing ini, dikarenakan minimnya peluang kerja yang tersedia, bagi para pencari kerja lokal.

“Bisa dipahami kegelisahan publik terhadap keberadaan pekerja asing, mengingat di saat yang bersamaan tingkat pengangguran cenderung meningkat dan kondisi ekonomi mengalami pelambatan,” pungkasnya.

 

 

sumber:Merdeka.com

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close