Uncategorized

Banyak Siswa di Kotamobagu Khawatir Diplonco Kakak Kelas

Tampak suasana pelaksanaan MOS Sekolah

ProBMR, KOTAMOBAGU–Meskipun telah dihapuskan “Plonco” saat masa orientasi siswa (MOS) kepada siswa baru disetiap sekolah oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), namun kekhawatiran adik kelas terhadap kakak senior tetap dirasakan oleh para siswa baru.

Seperti halnya yang dirasakan sejumlah siswa disekolah kristen Kotamobagu. Meskipun masa orientasi siswa yang identik dengan kekerasan ini sudah dilarang, namun mereka masih tetap khawatir.

“meskipun perploncoan sudah dilarang namun tetap saja kami khawatir, contohnya saya tadi, saat berjalan sendirian di halaman sekolah, langsung ditertawakan dan diteriaki oleh kakak senior” ungkap Monica Karundeng, siswa baru di SMA Kristen Kotamobagu

Mereka juga mengaku kekhawatiran masih terus dirasakan apabila mereka sendang dalam susasana sendiri maupun sedang berkumpul dengan siswa baru lainnya.

“kami sangat khawatir karena jangan sampai dalam suasana sendirian, kami akan diplonco oleh kaka senior” ujar Erica Lolombulan yang juga siswa baru di sekolah tersebut.

Namun tak semua siswa merasakan kekhawatiran itu. Seperti halnya Prisilia Moonik, dirinya merasa aman dan nyaman, sebab sudah mengetahui melalui melalui pihak sekolah bahwa perploncoan telah dihapuskan.

“saya tidak terlalu khawatir, karena sudah ada larangan yang saya baca kalau ada plonco atau bullyng maka sekolah kami akan ditutup” ujarnya

Kepala Sekolah SMA Kristen, J.F Lomboan saat diwawancarai mengatakan, MOS di sekolah tersebut hanya diberikan materi-materi positif tanpa ada unsur plonco. “kami hanya mengadakan pemeberian materi tentang pengenalan lingkungan maupun bahaya narkoba. Sementara kalau ditemukan ada kakak kelas melakukan plonco maka akan saya tindak tegas” ujar Lomboan.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah raga (Disdikpora), Rukmi Simbala saat dikonfirmasi menegaskan, akan memberikan sangsi tegas bagi sekolah yang kedapatan masih memberlakukan Plonco. “sesuai dengan Permendigbud tahun 2016 bahwa sudah tidak ada lagi yang namanya perploncoan ini, sehingga bila ada laporan, maka kepala sekolah tersebut akan dikenakan sanksi” Tegas Rukmi.

“untuk itu seluruh Kepala sekolah agar melakukan pemantauan maupun pengawasan agar tidak ada kakak kelas yang melakukan plonco” Pesannya. (Rez)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close