Penyerahan Uang Rp 20 Ribu, Ternyata Inisiatif Sekolah

ProBMR, Kotamobagu– Pemberitaan soal pemberian uang pembinaan bagi siswa berprestasi pada peringatan Hari Pendidikan Nasional pada tanggal 2 Mei lalu dengan nominal Rp 20 Ribu, dibantah Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadiknaspora) Rukmi Simbala. Menurut Rukmini, yang diserahkan oleh Walikota saat upacara tersebut adalah piagam penghargaan.
“Amplop itu adalah inisiatif dari pihak sekolah bersangkutan, dan bukan diserahkan oleh walikota. kalau soal uang pembinaan bagi siswa berprestasi dari pihak kami hingga saat ini masih menunggu proses pencairan. Nah, nanti setelah dicairkan maka dari pihak pemerintah kota akan langsung menyerahkan kepada siswa bersangkutan,” kata Rukmi, Rabu (1/6) siang tadi, kepada sejumlah wartawan.
Disinggung soal jumlah uang pembinaan yang disediakan oleh pemerintah Kota Kotamobagu kepada para siswa berprestasi, Rukmi, mengatakan jumlanya cukup besar. “Yang jelas bukan 20 ribu, lebih dari cukup,” kata Simbala.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Kotamobagu, Rosain Paputungan, membenarkan jika uang senilai Rp 20 ribu adalah inisiatif pihak sekolah dan tidak terkait dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu. “Pemberian uang itu adalah bentk kepedulian sekolah kepada para siswa berprestasi walaupun nilainya sangat minim. Itu juga sudah kami sampaikan kepada pada orang tua murid,” kata Rosain.
Rosain menambahkan, penyerahan uang dari sekolah di serahkan pada saat sosialisasi penerimaan siswa baru yang menghadirkann para orang tua murid. “Kebetulan orang tua dari salah satu siswa di SMP 6 Kota Kotamobagu, Dea Anada Gumorang, sebagai pemenang lomba siswa teladan, tidak sempat hadir pada acara sosialisasi. Jadinya salah informasi,” kata Rosain.
Sabagai informasi, salah satu orang tua murid dari siswa di SMP 6 Kota Kotamobagu, Roni Gumorong, mengaku ke sejumlah media bahwa anaknya, Dea Anada Gumorang, sebagai pemenang lomba siswa teladan, hanya diberikan uang pembinaan Rp 20 ribu oleh pihak Sekolah SMP 6 Kotamobagu.
“Kami tidak mempersoalkan besaran yang didapat, kami hanya menyayangkan sikap pemerintah yang terkesan menyepelekan kemajuan dan prestasi bagi siswa berprestasi,” kata Roni. (ddj)




