BMRKotamobagu

Miris !!! Rp 20 Ribu untuk Siswa Berpestasi

Tampak Wali Kota Kotamobagu Ir. Tatong Bara menyerahkan Piagam penghargaan kepada siswa saat peringatan Hardiknas (2/5) lalu.
Tampak Wali Kota Kotamobagu Ir. Tatong Bara menyerahkan Piagam penghargaan kepada siswa saat peringatan Hardiknas (2/5) lalu.

ProBMR, Kotamobagu- Sungguh ironis, disaat pemerintah Kota Kotamobagu tengah mendorong kemajuan  di bidang  pendidikan. Masih saja  terjadi sikap yang justru sebaliknya dari oknum-oknum yang diberikan tanggung jawab untuk meningkatkan kemajuan pendidikan. Buktinya, salah satu siswa di SMP 6 Kota Kotamobagu, Dea Anada Gumorang, sebagai  pemenang  lomba siswa teladan, hanya diberikan uang pembinaan Rp 20 ribu  oleh pihak Sekolah SMP 6 Kotamobagu.

Hal ini berdasarkan   pengakuan orang tua siswa, Roni Gumorung, pihaknya kaget ketika membuka amplop pemberian Sekolah hanya berisikan  uang pembinaan Rp 20 ribu. ”Anak kami telah  mengharumkan sekolah dan daerah, akan tetapi  kami kecewa dengan penghargaan yang di terima. Besarannya terkesan pelecehan dan hanya membuat semangat anak menjadi turun,” ungkap Roni Gomurong kepada sejumlah wartawan Selasa (31/5) kemarin.

Roni, tidak  mempersoalan besaran uang pembinaan,  hanya saja merasa tidak percaya dengan penghargaan daerah kepada anak yang berprestasi. “Kami tidak mempersoalkan besaran yang di dapat, kami hanya  menyayangkan sikap pemerintah yang terkesan menyepelekan kemajuan dan prestasi bagi siswa  berprestasi,” kata Roni.

Lanjut Roni, penyerahan uang pembinaan tersebut  diserahkan setelah beberapa pekan pelaksanaan peringatan Hardiknas digelar.  Kemudian  pihak  sekolah yang menyerahkan secarah langsung. ”Uang pembinaan nanti di dapat 4 hari yang lalu, bukan pada saat pelaksanan peringatan hari pendidikan yang di gelar di lapangan Kotamobagu.” Terangnya.

Saat dikonfirmasi,  Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Kotambagu, Rukmini Simbala, mengaku kaget dengan adanya informasi ini. Dirinya mengaku tidak tahu kejadian tersebut, namun akan mengecek kembali ke pihak panitia dan sekolah.  “Soal uang Rp 20 ribu saya tidak tahu, saya akan panggil Kepsek dan siswa tersebut, karena ini pelecehan kepada pemerintah kota,” ujarnya. (ddj)

 

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: