Kotamobagu

Gelar Sidak, Disperindagkop Temukan Kemasan Makanan Berkarat

Jpeg
Petugas menunjukan Susu Kaleng yang rusak

ProBMR, KOTAMOBAGU–Pemerintah Kota melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan Penanaman modal (Disperindagkop PM) Kotamobagu, menemukan sejumlah makanan jadi yang kemasannya rusak dan berkarat saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah toko dan supermarket di Kotamobagu, Senin (30/5).

Menurut Kepala Seksi metrology pengawasan dan pengendalian harga, Rusman Pollo, sebenarnya Sidak tersebut digelar untuk mengetahui ketersediaan bahan makanan selama bulan Ramadhan hingga Hari raya idul fitri. Namun petugas juga mengawasi kondisi bahan makanan  yang dijual, layak dikonsumsi atau tidak.

“Sebenarnya tujuannya memantau masalah ketersediaan bahan makanan selama Ramadhan hingga lebaran. Tapi kita juga pantau bahan makanan dan makanan yang dijual, layak dikonsumsi masyarakat atau tidak,” terang Rusman

Dari hasil Sidak, petugas menemukan sejumlah kemasan makanan yang rusak, berkarat, tidak ada tulisan kadaluarsa atau expired, kemasan kotor, serta aneka bahan makanan yang berjamur. Namun meski menemukan hal itu, petugas hanya memberikan teguran kepada pemilik toko untuk melakukan penarikan barang dagangan tersebut dari pajangan.

“Kemasan yang rusak dan berkarat itu tentunya tida bisa dipakai. Selain itu kalau expirednya masih berlaku, tapi kemasanya rusak ya tetap tidak boleh dijual. Karena bisa terkontaminasi oleh virus atau bakteri yang lain. Sedangkan untuk makanan yang sudah berjamur bisa menyebabkan sakit pencernaan yang bisa menjurus ke kanker. Makanya kami minta pedagang untuk mengawasi barang-barang agar betul-betul layak jual dan konsumi,” papar Rusman

Sementara itu, Ko’ Seng, Manager pengawasan di Paris Supermarket, membenarkan jika petugas meminta pihak supermarket untuk menarik barang dagangan yang sudah rusak. “nanti yang rusak kami akan kembalikan ke pihak distributor untuk diganti, juga akan melakukan seleksi barang yang baru masuk” ujarnya.

Dengan dilakukannya Sidak, petugas berharap pedagang dapat memberikan atau menyediakan barang yang kemasannya masih bagus atau tidak asal menjual yang dapat merugikan konsumen.

“Sidak ini akan kembali kami lakukan saat bulan ramadhan dan sebelum Hari Raya Idul Fitri nanti,” pungkas Rusman.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: