LifeStyle

Bourtange, bintang hijau raksasa yang kebal peluru meriam

bourtange-bintang-hijau-raksasa-yang-kebal-peluru-meriam

Bourtange bagaikan desa di negeri antah-berantah. Pemukiman ini hanya dihuni oleh 430 warga. Segelintir rumah dan kincir angin yang ada di sana terkungkung di balik lapisan tembok dan parit. Dilihat dari ketinggian, Bourtange tampak seperti bintang raksasa. Penampakannya seperti crop circle yang mungkin saja dibuat oleh alien. Tetapi tata letak Bourtange yang unik hanya kreasi manusia biasa.

Bourtange berlokasi di Vlagtwedde, Groningen, Belanda. Letaknya berdekatan dengan perbatasan Jerman. Bourtange dilindungi berlapis-lapis benteng dalam bentuk segitiga. Benteng-benteng tersebut saling tumpang tindih dan dikelilingi tembok yang tebal. Temboknya sendiri tersembunyi di balik gundukan tanah yang disebut glacis dan parit yang cukup dalam. Dengan bentuk seperti ini, benteng bisa menahan tembakan dengan lebih baik.

Bentuk benteng seperti ini cukup banyak ditemui di masa lalu. Pada masa ketika meriam mulai digunakan sebagai senjata perang, benteng berbentuk bintang terbukti lebih sulit ditaklukkan. Berawal dari Italia, model benteng yang disebut trace italienne ini segera diadopsi oleh negara-negara lain. India, Jepang, Belanda, dan Prancis juga sempat membangun benteng dengan bentuk seperti ini.

Dilansir Amusing Planet, Bourtange dibangun sedemikian rupa karena dulunya wilayah ini berfungsi sebagai pusat pertahanan. Benteng kuno Bourtange beroperasi sebagai pusat pertahanan sejak abad 16. Benteng ini didirikan pada tahun 1593 untuk mengamankan jalan antara perbatasan Jerman dan Groningen. Pada masa itu, daerah tersebut dikuasai Spanyol.

Bourtange berhenti beroperasi setelah pertempuran di tahun 1851. Kemudian benteng itu segera beralih fungsi menjadi desa. Sekarang Desa Bourtange menjadi museum terbuka yang ramai dikunjungi wisatawan. Bangunan sinagog, meriam, dan jembatan-jembatan kecil kini menjadi bagian dari atraksi bagi para turis. Warga setempat pun menyambung hidup dengan membuka hotel, kafe, dan toko cindera mata untuk para wisatawan.

 

sumber:merdeka.com

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: