Kotamobagu

Kotamobagu Tempati Urutan Ke Dua Kemiskinan Terendah di Sulut.

ilustrasi rumah miskin.

ProBMR,KOTAMOBAGU–Data yang di rilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipublikasikan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda) menyebutkan Kotamobagu menempati peringkat kedua terendah dari 15 kabupaten kota se Sulut dengan tingkat kemiskinan 5,75 dibawah Kota Manado dengan tingkat kemiskinan 4,81 pada 2015.

Tak hanya itu, Kotamobagu juga berada di posisi kedua terendah dalam pencetak penduduk miskin hanya 5,98 diatas Manado 4,88 yakni Indeks Pembangunan manusia yakni angka harapan hidup, harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah, pendapatan per kapita tertinggi se Bolmong raya.

Hal tersebut seperti disampaikan walikota Kotamobagu Ir Tatong Bara Beberapa waktu lalu. Menurut Walikota, Kotamobagu terus berupaya dalam hal pengentasan kemiskinan dengan berbagai program bantuan bagi masarakat. “Kotamobagu menempati urutan kedua dengan tingkat kemiskinan terendah setelah manado, Kita juga sedang meng up date data kemiskinan untuk memastikan apakah mereka masih memenuhi kriteria sebagai warga miskin,” ujar walikota.

Lanjut dikatakan Walikota, Pemerintah Kotamobagu pun memberikan program stimulan bagi desa dan kelurahan yang kemiskinannya rendah akan mendapatkan reward dari pemerintah kotamobagu.”Kita banyak program untuk pengentasan kemiskinan yang menyentuh langsung hingga ke bawah,” tegasnya

Sementara Kepala Dinas sosial dan Tenaga Kerja, Kotamobagu Haris Podomi melalui Kepala Bidang Sosial, Roi Paputungan mengatakan beberapa tahun terakhir pemkot terus konsen melakukan pengentasan kemiskinan. Seiring dengan makin rendahnya tingkat kemiskinan di Kotamobagu. Maka bantuan sosial melalui APBD pun makin menurun.

“Tahun ini dianggarkan hampir Rp 2 miliar untuk penyandang cacat dan lansia, rawan bencana sosial, eks napi, eks PSK dan rehabilitasi Rumah Tak Layak huni,” ungkapnya.

Bantuan tersebut sudah dalam persiapan lelang pengadaan. Pihaknya akan melakukan verifikasi kembali kelayakan para penerima bantuan tersebut. “Untuk RTLH bantuan berupa bahan bangunan, rawan bencana sosial dan eks PSK bantuan bahan usaha, sedangkan bantuan kepada lansia dan penyandang cacat bantuan berupa sembako,” bebernya.

Sementara itu, Kotamobagu mendapatkan bantuan untuk kelempok usaha bersama (Kube) dari APBN sebesar Rp 1 miliar dan kube dari dana tugas pembantuan melalui pemerintah propinsi Rp 400 juta.

“Kita juga sudah mengusulkan Kube melalui program PKH untuk 24 kelompok yang mendapatkan masing-masing Rp 20 juta. Sebab itu diminta pihak kementerian,” ungkapnya.(Rez)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close