Nasional

Lagu Internasionale Menutup Hari Buruh di Jakarta

hari  buh sedunia

Indonesia–Lagu berjudul “Internasionale” menutup aksi peringatan Hari Buruh Sedunia atau May Day 2016. Ribuan buruh yang tergabung dalam barisan massa Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) menyanyikan lagu yang dipopulerkan penganut sosialisme pada akhir abad 19 tersebut.

“Bangunlah kaum yang tertindas, bangunlah kaum yang lapar…,” pekik massa menyanyikan lagu tersebut sambil mengangkat tangan kiri mereka, di depan kantor Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Jakarta Pusat, Minggu (1/5).

Lagu yang diciptakan Eugene Pottier pada 1871 ini telah diterjemahkan dalam banyak bahasa di dunia. Terjemahan pertama ke dalam Bahasa Indonesia dilakukan oleh Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia.

Saat menyanyikan lagu tersebut, beberapa orang juga menembakkan kembang api ke langit. Ada pula yang membakar flare sehingga asap merah menyelimuti area di sekitar massa aksi. Kemeriahan Hari Buruh pun berakhir.

Begitu Internasionale selesai dinyanyikan, massa kemudian mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Para buruh makin bersemangat menyanyikannya.

Usai menyanyikan kedua lagu itu, beberapa orang menghancurkan boneka raksasa menyerupai setan pembawa kapak yang dikurung di dalam penjara buatan. Penghancuran atribut teaterikal itu sebagai simbol perlawanan rakyat.

“Ogoh-ogoh itu sebagai wujud koruptor dan musuh rakyat yang harus dikurung di penjara. Mereka harus dihancurkan,” kata dinamisator lapangan KASBI, Sarman saat ditemui usai aksi.

Sebelumnya, sejumlah buruh menggelar aksi teaterikal, di mana ada tiga orang buruh yang dikurung dalam replika penjara lantaran memperjuangkan haknya. Kemudian sejumlah buruh mematahkan jeruji dan membebaskan buruh yang ditahan.

 

 

sumber:cnnindonesia.com

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: