Bupati Yusra Dorong Kualitas Guru di Kegiatan Pendidikan Inklusif

BOLMONG – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) terus mendorong pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan bagi seluruh anak tanpa diskriminasi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pendidikan Inklusif bagi Tenaga Kependidikan Jenjang SMP yang secara resmi dibuka oleh Bupati Bolaang Mongondow, Yusra Alhabsyi, S.E., M.Si., didampingi Kepala Dinas Pendidikan Bolmong, Irlansyah Mokodompit, S.P., di Gedung Lembah Bening, Kotamobagu, Senin (2/11/2026). Mengusung tema “Mewujudkan Sekolah Ramah Anak, Ramah Disabilitas dan Tanpa Diskriminasi”, kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman serta kapasitas tenaga kependidikan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif, aman, dan memberikan kesempatan belajar yang sama bagi seluruh peserta didik.

Dalam sambutannya, Bupati Yusra Alhabsyi menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945. Ia menekankan bahwa tidak boleh ada anak di Kabupaten Bolaang Mongondow yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan hanya karena keterbatasan fisik, mental, intelektual, maupun hambatan sosial dan ekonomi. “Tidak boleh ada satu pun anak di Kabupaten Bolaang Mongondow yang tertinggal atau terpinggirkan dari akses pendidikan hanya karena keterbatasan fisik, mental, intelektual, maupun hambatan sosial-ekonomi. Jargon ‘Pendidikan untuk Semua’ bukan lagi sekadar semboyan, melainkan sebuah kewajiban yang harus kita wujudkan bersama di tingkat SMP,” tegas Yusra. Menurutnya, keberhasilan pendidikan inklusif sangat bergantung pada peran guru dan tenaga kependidikan sebagai ujung tombak dalam proses pembelajaran di sekolah.

Karena itu, Bupati menitipkan tiga hal penting kepada para tenaga pendidik. Pertama, menghilangkan stigma negatif terhadap anak berkebutuhan khusus dan tidak memandang mereka sebagai beban. Kedua, meningkatkan kompetensi melalui penerapan metode pembelajaran berdiferensiasi sesuai kebutuhan dan kemampuan setiap peserta didik. Ketiga, membangun komunikasi dan kerja sama yang baik dengan orang tua guna menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung, sekaligus mencegah terjadinya perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan peserta, kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang berpengalaman di bidang pendidikan, yakni Alex Herru Assa, S.Pd., M.Pd., dan Dantje Daud Taula, S.Pd., M.Pd. Melalui kegiatan ini, Pemkab Bolmong berharap tenaga kependidikan jenjang SMP semakin memahami prinsip-prinsip pendidikan inklusif dan mampu menerapkannya dalam kegiatan belajar mengajar. Semangat “Bersama dalam Keberagaman Menuju Pendidikan yang Berkualitas” diharapkan menjadi landasan dalam membangun sekolah yang ramah anak, ramah disabilitas, serta memberikan ruang yang setara bagi setiap peserta didik. Dengan demikian, tidak ada anak yang merasa tersisih dari dunia pendidikan, sehingga cita-cita mewujudkan Bolaang Mongondow yang Maju dan Sejahtera dapat didukung melalui pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. (sal)




