Ayu Bangga, Dumoga Utara Jadi Barometer Kerukunan di Indonesia

BOLMONG – Ni Kadek Ayu Silawati, S.Pd,GR mengungkapkan kebanggaannya terhadap tingkat toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kecamatan Dumoga Utara, sebuah wilayah yang telah lama dikenal sebagai contoh nyata kehidupan harmonis di tengah perbedaan.
Ayu menyebut Dumoga Utara sebagai wilayah yang layak dijadikan acuan kerukunan nasional karena keberagaman masyarakatnya yang hidup berdampingan secara damai. “Wilayah ini dikenal sebagai Indonesia Mini. Berbagai suku, agama dan ras hidup rukun di sini. Teruslah pelihara suasana kekeluargaan ini, dan perlihatkan kepada daerah lain bahwa kita bisa,” ujar putri kedua pasangan I Nyoman Supartha dan Ni Ketut Daging.
Ia menegaskan bahwa karakteristik masyarakat Dumoga Utara yang unik, damai, dan pluralis telah menjadi kekuatan besar dalam menciptakan suasana toleransi yang kuat. “Sikap saling jaga antar pemeluk agama di Dumoga Utara patut diacungi jempol. Setiap momentum hari besar keagamaan, warga selalu saling membantu dan menghormati,” kata Ayu, yang juga guru di SDN 2 Werdhi Agung.
Gadis jebolan PGSD UNIMA tahun 2024 ini mengingatkan, bahwa kondisi harmonis tersebut telah membawa Dumoga Utara meraih predikat Sadar Kerukunan Antar Umat Beragama tingkat Kabupaten Bolmong pada tahun 2017. Pengakuan itu, katanya, bukan terjadi begitu saja, tetapi melalui proses panjang dan pengamatan mendalam terhadap kehidupan masyarakat.
“Kecamatan Dumoga Utara merupakan embrio Kabupaten Bolmong untuk menargetkan Harmony Award. Ini merupakan potret miniatur wilayah kerukunan di Bolmong. Semoga menjadi pilot project kerukunan sebagai tolak ukur heterogen antar umat beragama,” imbuh gadis kelahiran Mopugad Selatan 22 tahun silam ini.
Salah satu bukti nyata kerukunan tersebut tampak di Desa Mopuya Selatan, di mana terdapat enam rumah ibadah yang berdiri berdekatan, hanya dipisahkan dinding setinggi dua meter. Keunikannya kini menarik perhatian wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.
Kawasan ini kerap menjadi destinasi wisata toleransi karena memperlihatkan bagaimana masyarakat yang berbeda keyakinan dapat hidup dalam keharmonisan tanpa konflik. Aktivitas ibadah masing-masing umat pun tetap berlangsung dengan saling menghargai.
Ayu berharap suasana penuh kekeluargaan ini terus dijaga lintas generasi. Ia menilai, Dumoga Utara bukan hanya menjadi kebanggaan Bolmong, tetapi bisa menjadi teladan bagi daerah lain di Indonesia. (Faisal Amu)




