Bolmong

Kapolsek: Video Viral di Dumoga Utara itu Perkelahian, Bukan Perundungan

BOLMONG – Kabupaten Bolaang Mongondow digemparkan dengan video viral dugaan kekerasan yang melibatkan sejumlah anak-anak berseragam sekolah, sejak hari Jumat (16/12/2022) di Jalan Korea Desa Mopuya Utara Dua Kecamatan Dumoga Utara. Informasi resmi yang dihimpun dari Polsek Dumoga Utara, sebelumnya korban berinisial CPH (17) warga Desa Dondomon dengan terduga pelaku FL (17) warga Desa Ikuna Kecamatan Dumoga Utara sudah ada masalah dan saat itu ingin berkelahi di sekolah, SMK Negeri Mopuya, namun CPH mengajak FL berkelahi di jalan korea. Kemudian CPH bersama dengan temannya EL, AM, dan W dari sekolah menuju jalan korea. FL sudah berada di lokasi tersebut. Tak lama kemudian, CPH dengan FL sempat adu mulut. Karena dipanas-panasi temannya lain, CPH mendorong FL, dan perkelahian terus berlanjut hingga dilerai oleh masyarakat yang lewat, CPH kemudian dilarikan ke Klinik Medika Jaya untuk perawatan.

Kapolsek Dumoga Utara AKP Sahir Budi Mantoyo SE mengatakan, kronologi dari awalnya ada perkelahian, bukan perundungan seperti yang viral. ”Jadi ada perkelahian dari awal. Korban yang diinjak seperti dalam video itu tidak dalam keadaan pingsan, tapi sudah lemas karena kecapean ada duel satu lawan satu dari awal. Video yang viral itu terpotong, karena permulaannya sudah ada perkelahian,” kata kapolsek. Lanjutnya lagi, pemeriksaan tetap berlanjut dengan memanggil terduga pelaku, para saksi kurang lebih enam orang. ”Karena mereka anak sekolah, yang masih perlu pendampingan dari PPA jadi kami masih terus melakukan pemeriksaan. Sementara korban masih dironsen di rumah sakit Pobundayan Kotamobagu,” imbuh kapolsek.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perlindungan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP3A) Bolmong Dra Hj Farida Mooduto, melalui Plh Kepala Bidang Perlindungan Anak, Rachmawaty Gumohung SE mengatakan, setelah melakukan kroscek langsung kronologis kejadian sebenarnya bukan perundungan, melainkan perkelahian remaja. ”Itu bukan perundungan, tapi perkelahian remaja. Setelah ini kami akan melakukan pendampingan kepada kedua pihak terduga pelaku dan korban, termasuk layanan bantuan hukum kepada kedua pihak,” kata Rachma. Lanjutnya lagi, kondisi korban masih dalam penanganan medis di rumah sakit, dan masih akan melakukan ronsen karena sakit yang dikeluhkan korban di bagian dada. (sal)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close