Bolmong

Agung dan Putri, Bangga Jadi Warga Dumoga Utara yang Miliki Toleransi Tinggi

Anak Agung Shiska dan Ni Wayan Putri Alyawan. (foto:Faisal Amu)

BOLMONG – Kecamatan Dumoga Utara adalah barometer kerukunan di Indonesia. ”Wilayah ini dikenal sebagai Indonesia Mini. Berbagai suku, agama dan ras hidup rukun disini. Teruslah pelihara suasana kekeluargaan ini, dan perlihatkan kepada daerah lain bahwa kita bisa,” kata Anak Agung Shiska dan Ni Wayan Putri Alyawan. Dua gadis yang tercatat sebagai siswi kelas II SMAS Swadharma Mopugad ini mengatakan, sikap saling jaga toleransi antar pemeluk agama di Kecamatan Dumoga Utara patut diacungi jempol. Hal itu terbukti dengan momentum menjelang hari-hari besar keagamaan, warga Dumoga Utara saling membantu dan menghormati. “Ini adalah bukti bahwa perbedaan-perbedaan yang ada di Dumoga Utara merupakan suatu rahmat yang tak ternilai harganya, dan saya bangga menjadi bagian dari warganya,” kata Agung, disela perayaan Dharma Santi, di Bale Banjar Desa Mopuya Selatan Dua, Jumat (01/04/2022). Mereka berdua juga yakin, toleransi dan sikap saling menyayangi antar pemeluk agama di Dumoga bersatu ini akan terus terbina.

Senada juga dikatakan Putri, menurutnya karakteristik yang unik, damai, dan pluralis di Dumoga Utara ini, menjadikan wilayah ini menyabet predikat sadar kerukunan antar umat beragama di Bolmong tahun 2017 lalu. Pencanangannya melalui kajian waktu yang panjang. Bahkan, Kecamatan Dumoga Utara merupakan embrio Kabupaten Bolmong untuk menargetkan Harmony Award. “Ini merupakan potret miniatur wilayah kerukunan di Bolmong. Semoga akan menjadi pilot project kerukunan sebagai salah satu tolak ukur heterogen antar umat beragama,” kata Putri.

Diketahui, keberadaan enam rumah ibadah di Desa Mopuya Selatan, Kecamatan Dumoga Utara, belakangan ini mendapat perhatian dari wisatawan. Tak hanya wisatawan lokal, namun wisatawan luar negeri pun sangat tertarik untuk berkunjung. Keunikannya, rumah ibadah yang ada di sana dibangun berdekatan, hanya dibatasi dinding setinggi dua meter. Masing-masing Masjid Jami’ Al-Muhajirin, GMIBM (Gereja Masehi Injili Bolaang Mongondow) anggota PGI Jemaat Immanuel Mopuya, Pura Puseh Umat Hindu, Gereja KGPM Sidang Kalvari Mopuya, Gereja Katolik Santo Yusuf Mopuya, dan Gereja Pantekosta. (Faisal Amu)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: