Bolmong

Umat Hindu di Bolmong Khusyuk Rayakan Nyepi

BOLMONG – Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1943 dirayakan khusyuk umat Hindu Dharma Bolmong, Selasa (14/3) . Setelah menggelar upacara Melasti (penyucian diri), dilanjutkan dengan Taur Kesange, Hari Raya Nyepi dan Ngembak Nyepi atau silaturahmi. Menurut ketua Parisade Mopugad I Nengah Puji MSi , rangkaian upacara sebelum hingga sesudah hari raya Nyepi tersebut bertujuan untuk menggapai suatu keharmonisan hidup umat Hindu. Terdapat empat unsur puasa dalam catur brata saat Nyepi yakni Amati Geni (tidak menyalakan api), Amati Karya (tidak beraktifitas), Amati Lelungayan (tidak keluar rumah) dan Amati Lelanuan (tidak makan dan menghibur diri) selama 24 jam.

Makna utama Nyepi untuk memberikan korban suci kepada makhluk hidup sehingga penghuni alam jadi lebih harmonis. Pantaun media ini ini, desa yang mayoritas beragama Hindu yakni Mopugad bersatu menutup akses jalan utama desa tersebut, namun tetap bisa dilewati oleh warga desa lain yang beragama non Hindu. Hal ini bertujuan untuk khusyuknya ibadah Nyepi. Toleransi dari pemeluk agama lain juga patut diacungi jempol, karena rela tidak melewati desa yang warganya mayoritas Hindu tersebut untuk menghormati umat Hindu beribadah. “Toleransi antar umat beragama disini sangat tinggi. Terbukti dengan sikap warga desa tetangga yang menghormati ibadah Nyepi,” kata I Nengah Puji bersama para pecalang (keamanan adat). (sal)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: