Bolmong

Pejabat Incumbent Terancam ‘Embang’

BOLMONG– Persaingan Peserta seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) pratama di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong, sengit. Mereka saling adu kemampuan (Gagasan) untuk menduduki 20 jabatan struktural eselon II yang dilelang secara terbuka.

Ini menandakam, posisi sejumlah pejabat pelaksana tugas (Plt) di dinas dan badan terancam. Hal ini dibuktikan dari pemaparan makalah dan wawancara oleh pelamar dengan menawarkan strategi serta inovasi dari instansi yang dilamarnya di hadapan panitia seleksi (Pansel) JPT, dalam pelaksanaan seleski JPT Pratama, yang digelar Pemkab Bolmong di kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) regional IX Manado.

Ketua pansel Tahlis Gallang Sip MM (Sekda Bolmong), anggota DR Fitri Mamonto, Kepala Kantor BPKP Sulut Kwihatmaka SE, M, Ak, Kepala BKN Wakiran dan Kepala BKD Sulut DR Femmy J Suluh M.Si, pum langsung memberikan penilaian, usai peserta memaparkan makalah dan wawancara.

Menurut Ketua Pansel Tahlis Gallang, semua peserta sudah memberikan pemaparan dengan baik. Namun, masih ada juga dari kriteria penilaian yang tidak mampu dilakukan oleh peserta.

Misalnya kata dia, presentase makalah itu harus ada langkah-langkah dan rumusan untuk mengatasi permasalahan instansi yang dilamar. Pelamar juga harus memberikan atau menawarkan inovasi serta strategi instansi yang dilamar pada saat sesi wawancara. Sebab, kedua tahapan ini menjadi penilaian penting bagi pansel JPT sendiri. “Ya, ada beberapa peserta yang menjadi perhatian dan masuk dalam catatan pansel,” ungkap Tahlis.

Ditanya soal incumbent (Menjabat Plt), dirinya menjawab ada beberapa incumbent yang terancam posisinya. Itupun jika peserta yang lain lebih bagus dalam memaparkan makalah maupun pada saat tes wawancara. “Kalau saya melihat ada beberapa incumbent yang terancam. Tapi, kita lihat dulu hasil dari rekapan penilaian,” bebernya.

Dia mengungkapkan bahwa, setelah usai seleksi, Pansel langsung melakukan rekapitulasi penilaian. Dari penentuan nilai itu akan diperoleh tiga peserta terbaik dari masing-masing instansi yang dilamar untuk diserahkan ke PPK dalam hal ini Bupati.

“Pansel akan menyerahkan tiga peserta terbaik kepada Bupati. Selanjutnya, Bupati sendiri yang akan menentukan siapa peserta yang akan menduduki jabatan,” ucap Gallang.

Lanjutnya, sesungguhnya seleksi JPT Pratama merupakan jalan tengah untuk memastikan tugas dan sebagai upaya penguatan kinerja organisasi, serta menata kelola organisasi pemerintah semakin profesional. Hal ini dilakukan, karena pelaksanaan seleksi juga untuk menjalankan amanat undang-undang nomor 5 tahun 2014 pasal 68 ayat 2 tentang pengangkatan PNS dalam jabatan tertentu ditentukan berdasarkan perbandingan objektif antara kompetensi, kualifikasi, dan persyaratan yang dimiliki pegawai.

“Jadi, tidak mungkin dilakukan langsung rotasi atau mutasi tanpa melalui proses, apalagi ini telah diamanatkan dalam undang-undang untuk wajib dilaksanakan,” tuturnya.

Terpisah, panitia JPT Ahmad Ijabu mengatakan, sebanyak 54 pejabatyang mendaftar unruk seleksi, dari 20 jabatan yang dilelang. “Semua tahapan mulai dari pembuatan makalah, presentase makalah hingga wawancara dilalui,” katanya.Kabid Diklat dan Pengembangan Aparatur BKPP menambahkan, setelah itu akan ditentukan lagi tiga peserta terbaik dari instansi yang dilamar. “Tiga besar tersebut akan diumumkan. Selanjutnya diserahkan ke Bupati,” ujarnya.

Terkait kapan waktu akan diumumkan, Ahmad dirinya menjawab, masih menunggu dari pansel. “Kita tunggu saja jadwal dari pansel untuk pengumuman peserta yang lolos tiga besar,” tuturnya. (Ind)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: