AdvertorialBolmong

Begini Penekanan Tahlis, Saat Membuka Musrenbang di Kecamatan Passi Timur, Bilalang, dan Dumoga Tengah

BOLMONG– Semua usulan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), harus disinkronkan dengan pembahasan Reses yang dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolmong nantinya.

Hal tetsebut dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Bolmong Tahlis Gallang, dalam setiap membuka resmi kegiatan Musrenbang di tiap kecamatan yang ada di Bolmong.

Seperti di Kecamatan Passi Timur dan Kecamatan Bilalang Kabupaten Bolmong. Selasa (12/2). Tahlis, menegaskan usulan harus sinkron, karena jika usulan Musrembang dan reses berbeda maka kegiatan desa yang diusulkan tidak akan terealisasi.

“Artinya, usulan yang sudah ada di Musrembang harus dibahas juga disaat ada reses dari DPRD Bolmong begitupun sebaliknya, usulan yang dibahas dalam reses lagislatif harus diusulkan dalam Musrenbang agar bisa sinnkron, dan terealisasi dengan baik,” ungkapnya.

Dia menambahkan, hasil Musrenbang kecamatan juga harus disesuaikan dengan Rencana Jangka Panjang (Renja) Awal Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang di ambil dari Rencana Strategis (Renstra) sesuai dengan tema tahun 2020 dimana mencantumkan prioritas sektor pertanian, perikanan, periwisata nelalui Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) yang diartikan secara luas.

“Arti luas dalam tema tersebut sangat banyak sehingga jika usulan Musrenbang nantinya sinkron dengan Renja dan Renstra SKPD maka usulan tersebut juga akan mendapatkan poin lebih, serta akan jadi prioritas utama dalam pembahasan nantinya,” tambahnya.

Lanjutnya, jika semua usulan sinkron dari mulai Musrenbang Kecamatan, Pokok Pikiran Legislatif (Pokir) yang dihasilkan dari Reses DPRD, serta tercantum juga dalan Renja dan Renstra SKPD maka nilai poinnya lebih dan bisa jadi itu yang diprioritaskan.

“Namun masih ada penentu akhir dari nilai tersebut, penentunya ialah nilai admistrasi dan teknis yang akan diberikan oleh SKPD ketika nantinya akan melakukan ferifikasi di lapangan terkait usulan yang mendapatkan poin lebih atau menjadi prioritas dalam usulan tersebut,” tegasnya.

Tak hanya itu, saat dirinya membuka kegiatan serupa di Kecamatan Dumoga Tenga Rabu (13/2) lalu, ia menjelaskan tujuan dari musrenbang ini adalah pendekatan kepada masyarakat terkait pemamfaatan bersama pembangunan di Desa. “Ini dilakukan agar nantinya SKPD yang akan melakukan ferifikasi, tidak akan mendapatkan masalah ketika turun di lapangan,” tandasnya.

Selain itu, katanya Musrenbang di Kecamatan adalah untuk penajaman, penyelarasan, klarifikasi dan kesempatan usulan rencana kegiatan pembangunan di Desa yang diintegrasikan dengan prioritas pembangunan daerah di wilayah kecamatan.

“Penajaman, penyelarasan, klarifikasi dan kesepakatan mencakup: Yang ke satu, usulan rencana kegiatan pembangunan desa yang tertuang dalam daftar usulan desa yang akan menjadi kegiatan prioritas di wilayah kecamatan harus sesuai dengan sasaran dan prioritas pembangunan,” jelas Tahlis.

Kemudian, kegiatan prioritas pembangunan di Wilayah Kecamatan yang belum tercakup dalam prioritas kegiatan pembangunan desa. Dan untuk yang ketiga, pengelompokan kegiatan prioritas pembangunan di wilayah Kecamatan berdasarkan tugas dan fungsi perangkat daerah Kabupaten. “Jadi, sebelum dilaksanakan Musrenbang terlebih dahulu dilakukan persiapan penyusunan dan penyusunan awal. Setelah Musrenbang dilakukanlah perumusan rancangan akhir serta yang terakhir adalah penetapan. Semua itu merupakan tahapan penyusunan rencana kerja pembangunan daerah,” ujar Tahlis.

Sekadar diketahui, kegiatan Musrenbang tingkat Kecamatan ini dihadiri Kepala SKPD Bolmong, para Sangadi se-Dumoga Tengah, unsur Forkompimda tingkat Kecamatan. (Ind/Adve)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: