Bolmong

Cegah DBD di Musim Penghujan, Warga Bolmong Diminta Jaga Kebersihan Lingkungan

Sahara Albugis

BOLMONG– Warga masyarakat Kabupaten Bolmong, harus lebih aktif menjaga lingkungan. Hal ini untuk mencegah berkembangnya nyamuk eedes aegypti yang sangat rentan mengakibatkan, masyarakat terkenak demam berdarah dengue (DBD).

Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolmong mengimbau masyarakat agar menggiatkan gerakan 3 M. Ini guna mencegah nyamuk eedes aegypti dan penyakitlainnya, apalagi saat ini musim penghujan.

Kepala Dinkes Bolmong, Sahara Albugis mengatakan, tahun 2018 lalu terdata ada 208 orang positif terkenak penyakit DBD.

Msnurut Albugis, agar kejadian ini tidak lagi terjadi di tahun 2019 ini, dirinya mengiatkan masyarakat agar menerapkan gerakan 3M. Yakni, menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air, menutup rapat tempat-tempat penampungan air dan memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas

“Saat ini musim penghujan, masyarakat harus membiasakan memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, tidak menggantung pakaian dalam kamar dan menaburkan bubuk larvasida pada penampungan air,” ungkapnya.

Ditambahkan, saat ini curah hujan di wilayah Kabupaten Bolmong meningkat dan bisa menyebabkan banyak lokasi rawan banjir dan sampah menumpuk. Jika masyarakat setempat tidak menjaga lingkungannya maka akan terjadi peningkatan nyamuk aedes aegypti yaitu nyamuk yang bisa menularkan penyakit DBD di tempat-tempat yang terisi air, atau terjadi genangan air.

“Misalnya di dalam kaleng atau ban bekas. Genangan air itulah yang akhirnya menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk tersebut. Semakin banyak populasi nyamuk maka risiko penularan penyakit akan semakin besar pula. Sehingga kami minta partisipasi aktif masyarakat dalam membantu membasmi perkembangbiakan nyamuk tersebut melalui gerakan 3M,” jelasnya.

Selain penyakit DBD, penyakit lain di musim hujan yang juga perlu diwaspadai adalah penyakit akibat virus seperti influenza, penyakit akibat bakteri dan parasit dan penyakit akibat jamur.

“Masyarakat juga harus menjaga kebersihan lingkungan dan makanan yang dikonsumsi agar terhindar dari penyakit-penyakit tersebut,” pintanya. (Ind)

Kasus DBD di Bolmong Tahun 2018

1. Passi Barat. 4 Kasus
2. Pangian. 10 Kasus
3. Tungoi. 1. Kasus
4. Pusian. 10 Kasus
5. Imandi. 120 Kasus
6. Werdhi Agung. 16 Kasus
7. Doloduo. 13 Kasus
8. Mopuya. 29 Kasus
9. Komangaan. 2. Kasus
10. Poigar. 2 kasus
11. Lolak. 1 Kasus

Sumber Dinkes Bolmong.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: