Bolmong

Investasi Bodong, Ratusan Warga Kehilangan Uang Simpanannya

BOLMONG– Siapa sih yang tak ingin putaran keuangannya berjalan cepat dan instan. Pasti semua orang tergiur bila ada tawaran menarik seperti itu. Apalagi menjadi orang yang berhasil ekonominya, tanpa mengeluarkan keringat.

Bukannya untung malah alami kerugian. Begitu nasib ratusan warga Bolmong yang diduga terjebak investasi tak jelas (Bodong) dengan iming-iming bunga sebesar kurang lebih 75 persen dalam waktu investasi 15 hari.

Investasi uang dengan pengembalian bunga yang fantastis besar di waktu yang singkat, memang ramai dibicarakan saat ini di kalangan masyarakat, baik masyarat yang ekonominya di tingkat bawa, menengah, hingga orang besar. Bahkan, terus menjadi topik dalam setiap pembicaraan.

Iming-iming surga telinga dengan bunga 75 persen itu, akhirnya manjur mempengaruhi ratusan masyarakat untuk segera mendonorkan uang simpanan mereka, diinvestasikan, dengan harapan dalam waktu 15 hari ke depan bisa mendapat bunga lebih banyak.

Tak semua yang diimpikan sesuai harapan. Tidak hanya bunga uang yang diinvestasikan yang tak terealisasi, uang yang awalnya diberikan sebagai modal juga tak kunjung diterima kembali.

“Sangat merasa tertipu dangan Investasi Bodong ini, kami dijanjikan akan di berikan keuntungan 75 persen dalam waktu 15 hari. Bahkan pada tanggal 9 Desember dia memberitahukan kami bahwa ada promo natal naik 80 persen. Tak hanya itu, bagi siapa yang menginvestasikan uangnya di atas 10 juta bunganya naik 90 persen, namun sampai hari ini blum ada pengembalian,” ungkap salah satu korban Yesky Chandra Apanga warga Dumoga.

Dirinya mengaku sudah mengalami kerugian sebanyak 27 juta dari uang pribadinya yang diinvestasikan. “Bahkan ada yang rugi hingga 600-an juta, sampai saat ini berdasarkan data sudah 8 Miliar uang warga yang menginvestasikan uangnya belum dikembalikan,” tambahnya.

Terinformasih, modus yang dilakukan oleh owner investasi bodong ini, dengan cara menggaransikan uang yang disetorkan warga melalui para admin mengumpul uang dari pemodal.

Menunggu kabar dari owner beberapa hari yang mulai tampak tak ada kejelasan, mulai ada kecurigaan warga pemodal. Bahkan, ratusan warga sempat berkumpul di rumah owner tetapi tak ditemui.

Tak terima karena sudah kenak tipu, ratusan warga yang berasal dari sejumlah desa yang ada di Kecamatan Dumoga Kabupaten Bolmong ramai-ramai datang di Mapolres Kotamobagu.

Mereka mengaku kena tipu yang diduga dilakukan Clara Winokan yang tidak lain sebagai owner bisnis donor uang itu.

Sejak Senin (17/12), ratusan warga itu mendatangi Mapolres Kotamobagu untuk mencari tahu keberadaan Clara. Selain itu kedatangan mereka juga, untuk meminta pengembalian uang mereka.

Kasat Reskrim Polres Kotamobagu AKP Muhamad Aswar Nur, mengaku sudah ratusan warga yang datang ke Polres untuk mencari tahu keberadaan pengelolah bisnis donor uang.

Dari ratusan warga yang datang kata Aswar, mengaku rugi dengan variasi. Mulai dari 20 juta, hingga ratusan juta.

Selasa (18/12), tiga orang diperiksa di unit III Harta benda (Harda) Mapolres Kotamobagu. Mereka diketahui adalah Clara dan dua kaki tanggannya sebagai tenaga admin.

Bisnis donor uang yang dilakukan oleh Clara, tidak hanya merekrut para ibu rumah tangga, tetapi juga ibu Bhayangkara hingga para PNS.

Uang milik para nasabah yang didonor itu, kemudian diolah oleh Clara dengan iming iming bunga sampai 90% dengan jangka waktu pengembalian dua minggu. Diperkirakan uang yang berhasil dikelolah sudah mencapai miliaran rupiah. Itu pun di luar uang arisan.

Sementara itu, Indah Mamonto Warga Desa Siniyung Kecamatan Dumoga mengaku dirinya sudah sempat menyetor uang sebanyak 15 juta. Tak hanya itu, dirinya mengaku orang tuanya juga sudah sempat menyetor uang sebenyak 30 juta untuk diinvestasikan. “Kami datang ke Polres melihat Clara tapi belum mendapat titik terang apakah uang kami akan kembali. Berharap pihak kepolisian bisa mencarikan solusi, intinya kami berharap uang kami bisa kembali,” harapnya.

Dia mengatakan, bisnis yang dikelolah Clara ini, sudah merambah ke desa-desa yang ada di Kecamatan Dumoga. “Pokoknya banyak, di kampung saya juga sudah banyak sekali korban,” tambahnya.

Selain wilayah Dumoga, Clara juga diketahui merambah bisnisnya hingga ke wilayah lainnya di Bolaang Mongondow Raya.

DIketahui, kasus tersebut sedang ditangani Polres Kotamobagu. (Ind)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: