Bolmong

Pemkab Gelar Sosialisasi Pembentukan PP-TPPO

BOLMONG— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong menggelar sosialisasi pembentukan komunitas peduli pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang (PP-TPPO), di kecamatan Lolak, kabupaten Bolmong, kamis (29/11).
Wakil Bupati Bolmong Yanny R Tuuk dalam sambutanya, mengatakan Perdagangan Orang (Human trafficking) merupakan bentuk eksploitasi atau perbudakan modern. “Berdasarkan penilaian empiris, sebagian besar korbanya adalah anak dan perempuan,” ungkap Yanny.
Dia menjelaskan, modus mafia tindak pidana perdagangan orang dari waktu ke waktu terus berkembang, seiring dengan perkembangan tekhnologi informasi. Begitu pula dengan tujuan eksploitasi korban tindak pidana perdagangan orang terus mengalami perkembangan sejalan dengan berkembangnya kejahatan.
“Jika sepuluh tahun lalu korban trafficking lebih banyak dieksploitasi untuk tujuan prostitusi. Sekarang berkembang, untuk tujuan pengedar narkoba, perdagangan organ tubuh serta pornografi online,” jelasnya.
Maka dari itu, lanjut yanny, tujuan pembentukan komunitas ini sesuai dengan Undang-undang nomor 21 tahun 2007 tentang, pemberantasan tindak pidana perdagangan orang. “Yang kemudian dijabarkan dalam satu panduan teknis yakni, Permen PPPA nomor 11 tahun 2012 tentang panduan pencegahan dan penanganan TPPO berbasis masyarakat dan komunitas,” katanya.
Pada kesempatan itu juga Yanny menyampaikan, pembentukan K-PP-TPPO ini dirasa sangat penting. Sebab, Ini merupakan implementasi untuk mencegah jatuhnya korban tragficking sejak di hulu. “Tentunya melalui peran aktif masyarakat setempat sebagai agen perubahan, dengan menitikberatkan pada pencegahan dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Pusat Studi Gender Unima DR Grace J Soputan mengatakan, Kabupaten Bolmong satu dari 32 kabupaten/kota untuk difasilitasi membuat komunitas. Dipilihnya di sini, lima desa menjadi daerah transit. Ini berdasarkan penelitian dan berbagai informasi yang dikumpulkan katanya, wilayah tersebut rentan terjadi perdagangan orang. “Dan saya berharap dengan terbentuknya komunitas PP-TPPO menjadi agen perubahan di setiap desa,” katanya. “Warga yang masuk komunitas jadi mata dan telinga pemerintah serta berperan agar tidak terjadinya perdagangan orang,” tambahnya.
Sekadar diketahui, hadir dalam kegiatan itu, Sekretaris Dserah (Sekda) Bolmong Tahlis Gallang, Kepala DP3A Farida Mooduto, Kepala Bidang Perlindungan Anak Provinsi Everdien Kaleseran, para kepala satuan kerja perangkat daerah dan seluruh masyarakat perwakilan desa maupun kecamatan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Univeristas Negeri Manado (Unima) dan bekerja sama dengan DP3A Kabupaten Bolmong. (Ind)
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: